Awalnya Ogah Masuk Politik, Sandiaga Kepincut dengan Prabowo Gara-gara Sosok Wanita Ini

Tapi karena saya lihat saya punya saingan 2 saingan yang super kuat, Saya tawarkan varian baru ke pak Prabowo dan Sohibul Iman

Awalnya Ogah Masuk Politik, Sandiaga Kepincut dengan Prabowo Gara-gara Sosok Wanita Ini
instagram
Prabowo-Sandiaga 

“Karena saya yakin keluarga saya nggak akan memberikan ijin. Karena saya tidak pernah dalam satu keluarga yang jadi politisi. Semuanya pengajar, guru, atau professor. Nah saya pengusaha pertama di keluarga saya, dan saya juga yakin orangtua saya akan melarang,” kata Sandiaga Uno.

Tapi pikiran Sandiaga Uno ternyata salah besar. Keesokann harinya usai berdebat dengan Prabowo Subianto, Sandiaga Uno mendatangi rumah ibunya untuk berkonsultasi dengan mendapati keanehan.

“Ternyata besoknya setelah itu, just to make sure, saya tanya sama ibu saya. Saya dateng pagi-pagi, ibu saya nanya ‘wah datang pagi-pagi nih ada apa’, saya bilang mau konsultasi. Dia bilang ‘oh pasti mau nanya mau masuk politik atau tidak?’ Loh kok mama tahu saya bilang. ’Oh iya pak prabowo sudah telepon saya semalam’, dan mama setuju tuh dengan argumennya pak prabowo bahwa Ini memang saatnya kamu fokus berkontribusi’. Rupanya dia (Prabowo Subianto) cepet melobi ke orang yang paling saya dengar, dan itu singkat cerita,” kata Sandiaga Uno.

Warta Kota/Dwi Rizki -
Air mata Mien R Uno, ibu kandung Sandiaga Salahudin Uno tidak kuasa terbendung ketika anak laki-lakinya bersimpuh dihadapannya sore tadi, Jumat (13/1/2017). Walau yakin dengan kemampuan dan kuatnya hati Sandi, perempuan kelahiran Indramayu, 23 Mei 1941 itu tetap memeluknya erat.
Warta Kota/Dwi Rizki - Air mata Mien R Uno, ibu kandung Sandiaga Salahudin Uno tidak kuasa terbendung ketika anak laki-lakinya bersimpuh dihadapannya sore tadi, Jumat (13/1/2017). Walau yakin dengan kemampuan dan kuatnya hati Sandi, perempuan kelahiran Indramayu, 23 Mei 1941 itu tetap memeluknya erat. ()

Berikutnya tepat 6 Februari 2015 Sandiaga Uno masuk ke Partai Gerindra, dan mendapat tugas membangun kebijakan mengenai ekonomi kerakyatan, kewirausahaan, dan juga UKM di partai gerindra.

Tapi beberapa bulan kemudian, di akhir 2015, Sandiaga Uno mendadak ditunjuk Prabowo Subianto menjadi calon kandidat bakal calon gubernur di dki jakarta.

Sandiaga Uno mengaku menolak mati-matian penunjukan Prabowo Subianto. Dia merasa tak mampu melawan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“‘Saya bilang ke Pak Prabowo, ‘pak ini bagaimana sih kita, kan saya lagi fokus di platform daripada ekonomi kerakyatan Gerindra, bapak tugasinnya sangat sulit. Saya mendingan dihukum yang lain saja ini pak.menurut saya hukuman pada waktu itu, karena harus menghadapi seorang tokohyang sangat fenomenal, dan ex partai gerindra juga. Kan Pak Basuki adalah seorang mantan petinggi gerindra. Jadi saya bilang pak saya disuruh yang lain ajalah, disuruh push up kek, disuruh lari 50 kilometer saya jabanin, tapi maju di DKI saya nyerah lah pak. Itu yang menarik yang dia sampaikan. Disini saya yakin dia punya penciuman politik yang luar biasa,” ujar Sandiaga Uno.

Tapi Prabowo Subianto meyakinkannya dan memberi waktu 3 bulan untuk mempelajari segala sesuatunya.

Akhirnya pada akhir Maret 2016 Sandiaga Uno punya gambaran bahwa dirinya punya peluang di Jakarta, setelah turun di 257 kelurahan.

“Saya sampaikan beliau bahwa ada peluanganya. Sebab ternyata isu di jakarta adalah isu ekonomi lapangan pekerjaan, harga bahan pokok, dan pendidikan. Kalau lapangan kerja saya bisa.Tapi yang ketiga ini saya belum punya jawabannya, tentang pendidikan. Sayamemang dari keluarga pendidkan, tapi orang tahu saya ini seorang pengusaha, bukan pendidik,”kata Sandiaga Uno.

Prabowo Subianto kemudian memberi Sandiaga Uno kesempatan, dengan syarat elektabilitasnya harusnya naik sampai angka 20 persen, dan popularitasnya naik di atas 40 persen.

Halaman
1234
Penulis: Heribertus Sulis
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help