10 Calon Jemaah Haji Asal Lampung Gagal ke Tanah Suci

Pemberangkatan jemaah calon haji (calhaj) asal Lampung ke Tanah Suci Mekkah tinggal menyisakan dua kelompok terbang (kloter).

10 Calon Jemaah Haji Asal Lampung Gagal ke Tanah Suci
AP
Jemaah haji mengeliling Kakbah di Mekkah, Arab Saudi. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Noval Andriansyah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Pemberangkatan jemaah calon haji (calhaj) asal Lampung ke Tanah Suci Mekkah tinggal menyisakan dua kelompok terbang (kloter) yakni kloter 54 yang merupakan calhaj asal Bandar Lampung (147 jemaah), Lampung Timur (179), dan Pringsewu (62).

Kemudian kloter 57 yang berasal dari Way Kanan (19 jemaah), Lampung Barat (10), Lampung Utara (12), Metro (9), Tanggamus (6), Tulangbawang (4), Pringsewu (1), Pesisir Barat (1), Lampung Timur (3) dan Lampung Tengah (1).

Baca: Dua Calon Jamaah Haji Tubaba Batal Berangkat

Kasubbag Informasi dan Humas Kanwil Kementerian Agama Lampung Istutiningsih mengatakan, rencananya, kedua kloter tersebut akan berangkat dari Asrama Haji Rajabasa, pada 11 dan 13 Agustus 2018.

“Insya Allah, kalau tidak ada halangan, besok dan lusa seluruh calhaj sudah diberangkatkan ke Mekkah,” kata Istutiningsih, Jumat 10 Agustus 2018.

Tuti, sapaan akrab Istutiningsih memaparkan, dari 17 kloter yang sudah diberangkatkan, total terdapat 10 calhaj yang gagal berangkat. Terdiri tiga sakit, tiga tunda, dan empat orang meninggal dunia.

“Sejauh ini ada 10 orang (gagal berangkat). Satu meninggal di Mekkah,” ujar Tuti.

Baca: Kisah Perjuangan 3 Tukang Becak untuk Melaksanakan Ibadah Haji ke Tanah Suci

Tiga calhaj yang gagal berangkat karena sakit, berasal dari kloter 18 yakni jemaah asal Lampung Tengah.

Ketiganya adalah Kartini Suhud Tukirah, Rukiyah Kamarun Dulah, dan Siti Umayah.

Kemudian, lanjut Tuti, jemaah yang menunda keberangkatan adalah Tinah Suin Abdullah dan Rahma Bisri serta Muhammah Bahri Indra dari kloter 14 asal Bandar Lampung.

Sementara empat orang yang gagal berangkat karena meninggal dunia adalah Emmanati dari kloter 33 asal Tulangbawang pada 31 Juli di RSUD Tangerang.

“Dua meninggal di RSUDAM (Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek), atas nama A. Kastabi dari kloter 28 Lampung Timur pada 6 Agustus dan Ahmad Kasbani dari kloter 49 pada 5 Agustus. Kemudian Hermansyah Saleh dari kloter 33 asal Tulangbawang,” pungkas Tuti. (*)

Penulis: Noval Andriansyah
Editor: teguh_prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help