PNS Lamsel Terpilih Jadi Hakim Adhoc Pengadilan Tipikor, Elik Murtopo Kerap Diskusi dengan Mahfud MD

Keterpilihannya sebagai hakim adhoc pengadilan tipikor tersebut tentu membawa imbas.

PNS Lamsel Terpilih Jadi Hakim Adhoc Pengadilan Tipikor, Elik Murtopo Kerap Diskusi dengan Mahfud MD
Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo
Elik Murtopo, Staf Pemkab Lamsel yang lulus sebagai hakim adhoc pengadilan tipikor. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Sempat dipenuhi keraguan hingga akhirnya mendaftar seleksi pada hari terakhir, Elik Murtopo ternyata dinyatakan lulus dan terpilih menjadi hakim adhoc pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor).

Keterpilihannya sebagai hakim adhoc pengadilan tipikor tersebut tentu membawa imbas.

Ia harus berhenti sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Pemkab Lampung Selatan (Lamsel), yang telah ia jalani selama 16 tahun terakhir.

Elik merupakan staf di Kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Latihan Lamsel.

Ia lulus bersama empat hakim adhoc dari provinsi lain.

Baca: Hakim Adhoc Pengadilan Tipikor Tanjungkarang Raih Gelar Doktor di Universitas Diponegoro

Pengumuman kelulusan lima hakim adhoc itu tertuang dalam surat pengumuman panitia seleksi nomor 67/Pansel/AdHoc TKP/VIII/2018 tertanggal 3 Agustus 2018.

Elik Murtopo lulus sebagai hakim adhoc untuk tingkat banding, dari wilayah Pengadilan Tinggi (PT) Tanjungkarang.

Sementara, empat hakim adhoc lainnya yakni Andreas Eno Tirtakusuma dari PT Jakarta, Muhammad Djudan dari PT Surabaya, Pultoni dari PT Semarang, dan Agus Kasiyanto dari PT Surabaya lulus, untuk hakim adhoc tingkat pertama.

Elik Murtopo yang lahir di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan, Lamsel pada 1975, sejatinya bukan seorang hakim.

Selain sebagai PNS di Lamsel, ia juga dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Muhammadiyah Kalianda.

Halaman
1234
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved