Sungai Tak Lagi Mengalir, Sawah Petani di Daerah Ketapang Lamsel Terancam Alami Kekeringan

Ratusan hektare tanam padi petani di Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, saat ini rawan kekeringan.

Sungai Tak Lagi Mengalir, Sawah Petani di Daerah Ketapang Lamsel Terancam Alami Kekeringan
Tribunlampung/dedi sutomo
sawah kekeringan 

Laporan Wartawan Tribun Lampung, Dedi Sutomo

KALIANDA, TRIBUN – Ratusan hektare tanam padi petani di Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, saat ini rawan kekeringan.

Sebab, sejak pertengahan bulan Juli lalu, sungai yang menjadi sumber air yang digunakan petani mulai kering.

Baca: Terlunta-lunta 4 Bulan, Warga Tagih Perbaikan Jembatan Dekat Pasar Kalianda

Seperti dikatakan oleh Sarto, salah seorang petani di Desa Bangunrejo, Ketapang.

Ia mengatakan, kondisi tanaman padi yang kini berumur sekitar 1 bulan, rawan rusak akibat ancaman kekeringan.

“Terusama sejak sebulan terakhir, air sangat kurang. Padahal pada awal-awal ini, tanaman padi sangat butuh air,” kata dia kepada Tribun, Jumat (10/8/2018).

Hal yang sama juga diakui Aan, pemilik sawah lainnya.

Ia mengatakan, lahan tanaman padinya yang berumur sekitar 1 bulan terancam fuso akibat kekeringan.

Sudah sejak sebulan terakhir kesulitan air.

“Kalau setengah bulan lagi tidak turun hujan, tanaman padi bisa dipastikan rusak,” terang dirinya.

Baca: Kantor Terbakar, BPJS Kalianda Pastikan Pelayanan Tetap Berjalan

Ia pun mengaku tidak ada solusi.

Sebab sumber air dari sungai pun kini kering.

Sedangkan petani yang memiliki pompa air pun mengaku debit air dari sumur bor juga tidak berkurang.

“Kalau memang kemarau ini sampai dengan bulan September mendatang, kemungkinan akan banyak sawah petani disini yang mengalami fuso,” terang Aan dan Sarto. (*)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: teguh_prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help