Usai Dituntut 20 Tahun di PN Menggala, Terdakwa Tindakan Asusila pada Anak Kabur

Seorang tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Bawang Latak, Menggala, Tulang Bawang kabur, Kamis 9 Agustus 2018 kemarin.

Usai Dituntut 20 Tahun di PN Menggala, Terdakwa Tindakan Asusila pada Anak Kabur
Tribunnews/net
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Lampung, Endra Zulkarnaen

TULANGBAWANG, TRIBUN - Seorang tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Bawang Latak, Menggala, Tulang Bawang kabur, Kamis 9 Agustus 2018 kemarin.  

Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Bawang Latak Menggala Wawan Irawan didampingi Kepala Satuan Keamanan Rutan Ade Hari Setiawan membenarkan adanya salah satu tahanan kabur.

Baca: Begini Kondisi Rawa Tempat Tenggelamnya 4 Korban di Menggala

Adapun tahanan tersebut bernama Eko Susanto (28) yang terlibat kasus tindak asusila.

Eko yang berstatus tahanan titipan Kejaksaan di Rutan Menggala itu kabur usai menjalani sidang tuntutan di PN Menggala, Kamis 9 Agustus 2018 siang.

Informasi yang dihimpun Tribun, oleh Kejaksaan, Eko dituntut 20 tahun penjara.

Karutan Menggala Wawan menjelaskan, bahwa tahanan yang Kamis siang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Menggala berjumlah 21 orang.

Namun saat penjemputan pada pukul 11.30 Wib oleh pihak kejaksaan, hanya ada 20 orang tahanan.

Kemudian pihak kejaksaan kembali melakukan penjemputan salah satu terpidana, sehingga total tahanan yang dijemput berjumlah 21 orang.

Baca: Lagi, Satresnarkoba Polres Tuba Bekuk Pengedar Sabu di Menggala

Tapi ternyata, saat dibawa pulang kembali ke Rutan Bawang Latak Menggala, jumlahnya berkurang jadi 20 tahanan.

"Satu tahanan titipan Kejaksaan Negeri Menggala atas nama Eko Susanto (28) informasinya melarikan diri usai sidang," papar Wawan yang dikonfirmasi wartawan, Jumat 10 Agustus 2018.

Diduga tahanan tersebut berhasil melarikan diri usai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Menggala.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.

Eko merupakan terdakwa kasus pemerkosaan anak di bawah umur.

Terkait hal itu, pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya tahanan tersebut ke Kejaksaan Negeri Menggala.

Baca: Buntut Tewasnya 4 Warga, Kapolsek Menggala Minta Tertibkan Tambang Pasir Ilegal

Menurut Wawan, pihak Kejari Menggala yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

"Kronologisnya bagaimana, tanya ke Kejaksaan saja. Mereka yang lebih tahu, karena disaat kejadian tahanan tersebut berada di pengadilan bukan di rutan," tambah Ade Hari setiawan, Kepala Satuan Pengamanam Rutan Menggala.

Rutan Menggala minta kedepannya pihak kejaksaan agar lebih teliti dan memperketat penjagaan saat persidangan. (*)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: teguh_prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help