Empat Tersangka Perdagangan Satwa Dilindungi Buru Beruang Madu di TNBBS

Tim Balai Penegakan Hukum Taman Nasional Bukit Barisan meringkus empat tersangka perdagangan satwa dilindungi.

Empat Tersangka Perdagangan Satwa Dilindungi Buru Beruang Madu di TNBBS
ISTIMEWA
Barang bukti kulit beruang madu serta opsetan (hasil pengawetan) beruang madu. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG ROMI RINANDO

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Tim Balai Penegakan Hukum Taman Nasional Bukit Barisan Selatan meringkus empat tersangka perdagangan satwa dilindungi. Keempatnya memperdagangkan bagian tubuh satwa dilindungi dari hasil berburu di TNBBS.

Empat tersangka itu masing-masing Hendra, Aroni, Mardiansyah, dan Faharizal. Mereka dibekuk berkat penyamaran tim gabungan di Pekon Penyandingan, Kecamatan Bengkunat, Pesisir Barat, Sabtu (11/8/2018) akhir pekan lalu.

Decis Maroba dari Bagian Hubungan Masyarakat Balai Besar TNBBS mengungkapkan, penangkapan empat tersangka ini dilakukan tim gabungan yang terdiri dari tim Reaksi Cepat TNBBS dan anggota Polsek Bengkunat.

"Tim menyita beberapa barang bukti. Antara lain dua lembar kulit beruang madu, satu opsetan (hasil pengawetan) beruang madu, satu lembar kulit tupai terbang Sumatera, sepucuk senapan angin, dua bilau pisau jenis garpu, serta senter," kata Decis mewakili Pelaksana Harian Kepala Balai Besar TNBBS Heru Rudiharto, Minggu (12/8/2018).

Berdasarkan keterangan para tersangka, beber Decis, bagian tubuh satwa dilindungi tersebut diperoleh dari hasil perburuan di kawasan TNBBS. Tepatnya di Register 22B, Pekon Sumber Rejo, Kecamatan Bengkunat, Pesisir Barat.

"Pengakuan para pelaku, mereka mendapatkan barang-barang itu setelah melakukan perburuan di TNBBS. Seperti dua lembar kulit beruang madu, itu hasil mereka berburu mulai Jumat (3/8/2018) sampai Minggu (5/8/2018) lalu di kawasan TNBBS Register 22B," jelas Decis.

Dalam aksi perburuan satwa dilindungi tersebut, papar Decis, keempatnya menggunakan senapan angin dan senter. Setelah berhasil mendapatkan buruan, mereka melepaskan kulit hewan menggunakan pisau.

"Kulit lalu dikeringkan menggunakan cairan kimia jenis spiritus untuk diawetkan atau dijadikan opsetan. Kemudian dijual untuk mendapatkan uang," ujarnya.

Tersangka Hendra diketahui hendak menjual satu opsetan beruang madu serta dua lembar kulit beruang madu seharga Rp 150 juta.

Akibat perbuatan tersebut, empat tersangka dijerat pasal 40 ayat 2 jo pasal 21 ayat 2 huruf b dan d Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

"Setiap orang dilarang menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, memperniagakan kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi," jelas Decis terkait aturan dalam UU Nomor 5 Tahun 1990.

Penulis: Romi Rinando
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help