LPSK Luncurkan Hotline 148 untuk Permudah Perlindungan Saksi dan Korban

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban meluncurkan hotline 148 dan aplikasi permohonan perlindungan online.

LPSK Luncurkan Hotline 148 untuk Permudah Perlindungan Saksi dan Korban
Dok Tribunnews
Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai (kiri)/ 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) terus melakukan inovasi untuk lebih memudahkan dan mendekatkan masyarakat dengan layanan perlindungan dan bantuan. Salah satunya dengan meluncurkan hotline 148 dan aplikasi pengajuan permohonan perlindungan online.

Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai menyatakan, menginjak usia ke-10 tahun, LPSK tak pernah berhenti berinovasi. Kali ini dengan tujuan untuk semakin memudahkan dan mendekatkan masyarakat pada layanan perlindungan dan bantuan.

LPSK meluncurkan hotline 148 untuk saksi dan korban yang ingin mengajukan permohonan perlindungan atau sekadar berkonsultasi dengan petugas LPSK.

"Masyarakat, khususnya saksi dan korban yang membutuhkan perlindungan namun berada jauh dari kantor LPSK yang saat ini masih berpusat di Jakarta, bisa menghubungi hotline 148. Dengan demikian, akses masyarakat untuk mendapatkan keadilan tidak lagi menemui kendala karena jarak," kata Semendawai dalam pernyataannya di Jakarta, Minggu(12/8/2018).

Selain hotline 148, masyarakat juga bisa mengajukan permohonan perlindungan secara online melalui aplikasi. Tujuannya tak lain untuk mempermudah masyarakat dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Inovasi ini mengingat jumlah permohonan perlindungan yang terus naik setiap tahunnya.

"Wajar jika LPSK terus meningkatkan kualitas layanannya," kata Semendawai.

Tidak itu saja, selain pemanfaatkan teknologi informasi, LPSK juga memperkuat layanan dengan membentuk Tim Penanganan Cepat.

Semendawai menjelaskan, tim ini nantinya akan cepat tanggap menyikapi tindak pidana yang tengah terjadi di masyarakat.

"Kami berharap dukungan dari masyarakat terus mengalir agar LPSK bisa melanjutkan pemberian layanan yang maksimal bagi saksi dan korban," ujar dia.

Saat peluncuran, Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai berkesempatan mencoba menghubungi hotline 148 yang tersambung dengan pengeras suara hingga terdengar oleh semua tamu undangan dan peserta Fun Walk Day di Jalan Sudirman.

Sementara di ujung sambungan hotline 148, LPSK menyiapkan call centre beserta para petugas yang dengan setia akan menjawab dan melayani pertanyaan masyarakat.

Peluncuran aplikasi pengajuan permohonan perlindungan online ditandai dengan demo penggunaan aplikasi, disertai pemberian penjelasan oleh Wakil Ketua LPSK Askari Razak.

Menurut Askari, penggunaan aplikasi itu sangat mudah. Pengajuan permohonan perlindungan melalui aplikasi ini juga aman bagi masyarakat.

Adapun LPSK akan memberi tanggapan dalam waktu maksimal 7 hari kerja.

(Tribunnews.com)

Editor: yoso
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help