Nikmatnya Sate dan Sop Ikan Blue Marlin Khas Pesisir Barat

Meski terbuat dari ikan, rasa sate dicampur bumbu kacang tidak kalah nikmatnya dengan sate kambing.

Nikmatnya Sate dan Sop Ikan Blue Marlin Khas Pesisir Barat
Tribun Lampung/Beni Yulianto
Kru Tribun Lampung sedang menikmati sate dan sop tuhuk di Pesbar. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Beni Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KRUI - Kabupaten Pesisir Barat terkenal dengan keindahan ombaknya. Seiring meningkatkan kunjungan wisata, geliat kuliner di Pesbar juga mulai dikenal.

Salah satunya olahan khas Pesbar, yakni sate tuhuk dan sop tuhuk. Setelah menikmati keindahan wisata, waktunya untuk menikmati panganan lezat ini.

Ikan blue marlin atau dalam bahasa setempat iwa tuhuk memang sudah lama menjadi salah satu ikon Pesbar. Tidak hanya dimasak santan, ikan tuhuk juga diolah menjadi sate dan sop. Tidak biasa karena sate biasanya terbuat dari daging ayam atau kambing.

Bupati Pesbar Agus Istiqlal mengaku ikan tuhuk adalah salah satu penganan khas yang  dicari wisatawan saat berkunjung ke Pesbar. Ikan yang  mirip logo di salah satu televisi swasta nasional ini mendatangkan income bagi warganya.

“Kalau di Indosiar (logo ikan blue marlin) dianggap profit-profit. Kalau di sini, income-income. Nanti harus dicoba makan sate tuhuk ya,” katanya kepada kru Tribun Lampung saat mengunjungi Pesbar, Kamis, 16 Agustus 2018.

Baca: VIDEO: Sate Taichan yang Superpedas

Agus pun memilihkan salah satu warung sate tuhuk yang cukup terkenal. Konon, ini adalah warung sate tuhuk pertama di Pesbar yang berdiri sejak tahun 2005. Kini, warung makan yang berjualan sate dan sop tuhuk di Krui sudah mulai menjamur.

Sebuah rumah makan berdiri di jalan lintas barat Sumatera, Krui. Dari kantor Pemkab Pesbar, jaraknya sekitar 2 km, atau tidak jauh dari pertigaan menuju Bandara Fatmawati, Krui.

Namanya Pondok Kuring. Rumah makan ini juga dilengkapi penginapan di depannya.

Warung makan ini milik almarhum Edi Suretno. Kini usaha ini dijalankan oleh istrinya, Yanti Misnoni. Dia dibantu lima pekerja.

Meski terbuat dari ikan, rasa sate dicampur bumbu kacang tidak kalah nikmatnya dengan sate kambing.

Sate dan sop tuhuk.
Sate dan sop tuhuk. (Tribun Lampung/Beni Yulianto)

Kontur daging blue marlin yang padat, sehingga tidak hancur saat ditusuk dan dibakar. Setiap tusuk sate tuhuk berisi lima potongan daging ikan tuhuk tebal. Dalam satu porsi ada 10 tusuk sate yang dihidangkan lengkap dengan bumbu kacang, kecap, irisan cabai merah, dan taburan bawang.

Baca: VIDEO - Sate Sapi Jadi Menu Andalan di The Space

Susi, salah seorang pekerja, menuturkan, harga per porsi sate sedikit lebih mahal dibanding sop. “Untuk sate Rp 35 ribu satu porsi, ditambah nasi Rp 40 ribu. Kalau sop Rp 30 ribu, dengan nasi Rp 35 ribu,” katanya.

Di belakang rumah makan ini terhampar sawah yang luas. Jendela besar di belakang warung membuat hamparan sawah bisa dinikmati terbuka sambil makan sate dan sop tuhuk.

Menurut Susi, mereka sudah memiliki pelanggan sendiri yang datang dari berbagai kota. “Biasanya dari Palembang, Bengkulu, dan Bandar Lampung selalu mampir ke sini,” ujarnya. (*)

Penulis: Beni Yulianto
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help