Kakek-Nenek di Metro Ini Puluhan Tahun Tempati Rumah Geribik

Ironisnya, hingga kini Mbah Tumiran dan Mbah Beni belum juga menerima bantuan bedah rumah.

Kakek-Nenek di Metro Ini Puluhan Tahun Tempati Rumah Geribik
Tribun Lampung/Indra Simanjuntak
Inilah rumah geribik yang didiami Mbah Tumiran (85) dan Mbah Beni (80), di RT 28 RW 15, Kelurahan Hadimulyo Timur, Metro Pusat. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Mbah Tumiran (85) dan Mbah Beni (80), warga RT 28 RW 15, Kelurahan Hadimulyo Timur, Metro Pusat puluhan tahun tinggal di rumah geribik. Bahkan, Mbah Beni saat ini kondisinya lumpuh dan harus tidur di lantai.

Suganda (50), menantu Mbah Tumiran, mengatakan, orangtuanya sudah puluhan tahun tinggal di rumah tersebut. Selama menetap, pekerja sosial masyarakat (PSM) puluhan kali mendata rumah mereka untuk mendapatkan bantuan bedah rumah.

Ironisnya, hingga kini Mbah Tumiran dan Mbah Beni belum juga menerima bantuan bedah rumah. "Sudah lama sekali. Sudah banyak PSM yang ke sini. Di foto pun sudah puluhan kali sampai saya lupa dari tahun berapa kita berharap bantuan," bebernya, Kamis (23/8).

Baca: Kisah Juminah, Janda yang Tinggal di Rumah Geribik Berlantai Tanah

Suganda menambahkan, Mbah Tumiran sehari-hari mencari rongsokan, dikumpulkan lalu dijual seminggu sekali. "Bapak kondisinya sudah pikun. Kadang-kadang kalau diajak ngobrol sudah tidak nyambung lagi," jelas pria bekerja sebagai tukang becak di Pasar Pagi ini.

Ia berharap, kakek nenek itu bisa mendapatkan rumah layak huni. Ia tidak bisa berbuat apa-apa dan berharap pemerintah dapat peduli dengan keadaan keduanya.

Terkait hal itu, anggota Komisi II DPRD Metro Alizar menilai, bantuan bedah rumah ada dua di Kota Metro. Pertama bersumber pemerintah daerah dan selanjutnya bantuan pusat.

Namun, untuk mendapat bantuan tersebut ada syarat yang harus dipenuhi. "Itu syarat yang lebih memahami atau teknisnya dinas," jelasnya.

"Cuma, kami usulkan agar dinas segera mengecek ke lokasi apa permasalahan di lapangan kenapa belum mendapat bantuan. Kami pun siap membantu dari sisi anggaran," ujar Alizar.

Ia jug meminta satker terkait segera merencanakan dalam anggaran 2019. "Sebentar lagi kan kita bahas APBD 2019. Itu bisa diusulkan jika memang memenuhi syarat dan tidak bertentangan aturan," katanya.

Baca: Hendak Terapi Sembuhkan Stroke, Seorang Kakek Malah Meninggal di Pemandian Air Panas Kalianda

Tidak Ada Anggaran

Dinas Sosial Kota Metro akan mengusulkan Mbah Tumiran mendapat bantuan bedah rumah di tahun 2019. Pasalnya, tahun ini pihaknya tidak ada anggaran.

"Nanti segera kita tindaklanjuti karena 2018 ini untuk bantuan bedah rumah itu tidak ada. Jadi memang kita tidak bisa. Tapi kalau tahun depan bisa kita masukkan dalam rencana anggaran," ujar Sekretaris Dissos Kota Metro Subehi.

Ia menambahkan, ada beberapa syarat untuk mendapat bantuan bedah rumah. Salah satunya harus berada di atas tanah sendiri. Bukan milik orang lain, menyewa, atau mengontrak. (*)

Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help