Pemkot Belum Temukan Ada Paham Atheisme di Bandar Lampung

Sampai saat ini kata dia, pihaknya belum didapati di Bandar Lampung warganya yang membuat E-KTP yang menyatakan atheisme.

Pemkot Belum Temukan Ada Paham Atheisme di Bandar Lampung
net
Ilustrasi e-KTP 

Laporan Reporter Tribun Lampung Romi Rinando

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG -  Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Zainudin menegaskan  tidak akan memberi pelayanan kepada warga Bandar Lampung yang mengaku atheisme atau tidak memiliki agama.

Pasalnya  dengan memberikan  pelayanan pada masyarakat yang tidak beragama untuk mendapat fasilitas kependudukan, maka  membuka peluang  orang melanggar undang-undang.

Baca: Jejak Medali Emas Bulutangkis Indonesia di Ajang Asian Games

“Kita disdukcapil tidak akan memberikan pelayanan kepada warga Bandar Lampung yang mengaku atheisme,” kata Zainudin pada  kegiatan sosialisasi pengendalian aliran kepercayaan dan radikalisme yang digelar Pemkot Rabu (29/8/2018)

Zainudin mencontohkan dalam kolom E-KTP jelas warga negara harus mencantumkan agamanya, dan tidak diperbolehkan kolom agama dalam E KTP tidak diisi. “Contohnya  E-KTP, kita punya aturan  tegas. Kolom agama  harus terisi,  jangan sampai membuka celah masuknya aliran tak bertuhan dari sisi apapun," ujarnya.

Baca: Kontroversi Neno Warisman Pakai Mikrofon Pesawat, Akhirnya Lion Air Ungkap Kronologi Kejadiannya

Sampai saat ini kata dia, pihaknya  belum didapati  di Bandar Lampung warganya yang membuat E-KTP  yang menyatakan atheisme. Namun  kedepan jika ada maka pihaknya tegas tidak akan mencetaknya

Karena lanjut dia, dalam petunjuk pelaksana pengurusan  dokumen kependudukan, jika ada  kolom yang tidak diisi, maka warga bersangkutan dinyatakan  belum memenuhi syarat, untuk mendapatkan identitas kependudukan.

Sementara Kepala Seksi Penyelenggara Syariah kementerian agama Kota Bandar Lampung  Sulaiman Bardan mengatakan paham atheisme masuk salah satu bentuk radikalisme, yang  bisa  mengganggu eksistensi toleransi dan persatuan umat.

Sulaiman mengimbau jika ada warga masyrakat yang mendapati  indikasi  seseorang yang secara terang-terangan mengatakan menganut atheisme, pihaknya minta segera melaporkannya ke Kemenag.

“Sampai saat ini  kami tidak ada data angka pasti penganut atheis. Sebab, sudah hampir pasti mereka bergerak dalam sebuah  organisasi tanpa badan. Dan kita imbau kalau memang ada warga yang mendapati orang atau sekelompok orang yang  terindikasi menganut atheisme maka segera lapor ke kemenang,” pungkasnya. (rri)

Penulis: Romi Rinando
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved