Tribun Lampung Barat

Bupati Parosil Ajak Seluruh Warga untuk Gotong Royong Serentak pada Jumat 14 September

Semangat gotong royong harus kita lestarikan karena dengan semangat itulah kita selama ini

Bupati Parosil Ajak Seluruh Warga untuk Gotong Royong Serentak pada Jumat 14 September
ISTIMEWA
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus berada di Kawah Putih Nirwana, salah satu objek wisata unggulan Lampung Barat. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID LAMPUNG BARAT - Pemerintah Kabupaten Lambar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (DPMP)  mengajak seluruh masyarakat Lampung Barat bergotong royong serentak pada Jumat, 14 September 2018, besok.

Acara gotong royong yang dilaksanakan pada 15 Kecamatan Se-Kabupaten Lambar ini dicanangkan dalam rangka pelaksanaan Gerakan Aksi gotong Royong Masyarakat Kabupaten Lambar Tahun Anggaran 2018.

Aksi tersebut dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden No 03 Tahun 2004 tentang Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat serta Permendagri No 42 tahun 2005 tentang Pedoman Penyelenggaraan Bulan Bhakti Gotong Royong, serta perintah lisan Bupati Lambar tanggal 10 September 2018 dalam acara Ngupi Bekbakhong di Ruang Rapat Kagungan tentang Gerakan Aksi Gotong Royong Masyarakat.

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus dalam sambutannya menjelaskan bahwa semangat dan budaya gotong royong harus terus dilestarikan di tengah-tengah masyarakat, karena merupakan salah satu warisan leluhur yang memiliki nilai-nilai positif terutama dalam memupuk kerja sama dan kekompakan.

"Semangat gotong royong harus kita lestarikan karena dengan semangat itulah kita selama ini melakukan dan menggerakkan pembangunan dalam mewujudkan visi misi daerah," ungkap Parosil.

Bupati menambahkan, pihaknya mengakui bahwa tidak mudah untuk melestarikan dan mempertahankan semangat gotong royong tersebut di tengah-tengah masyarakat.

Apalagi memang sangat disadari bahwa dewasa ini masyarakat cenderung semakin individualistis dan saling berkompetitif serta menonjolkan persaingan dari pada persamaan.

"Kita harus terus berupaya agar semangat gotong royong tetap terpelihara dengan baik di tengah-tengah masyarakat diantaranya dengan rutin menggelar bulan bakti gotong royong," ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa semangat gotongroyong yang akan dikembangkan itu sangat tergantung pada keberhasilan semua pihak dalam menanamkan semangat gotong royong.

Termasuk kepada anak-anak generasi muda bangsa yang justru sudah hampir memudar karena arus globalisasi dengan masuknya budaya asing yang sangat bertentangan dengan budaya bangsa.

Halaman
123
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved