Tribun Bandar Lampung

BREAKING NEWS – 50 Ton Garam Ilegal Didatangkan dari Jawa Tengah

Supaya memperhatikan kemasan garam. Harus ada nomor BPOM. Yang jelas, harus ada nomor BPOM-nya.

BREAKING NEWS – 50 Ton Garam Ilegal Didatangkan dari Jawa Tengah
Tribun Lampung/Hanif Mustafa
Ekspose garam ilegal di Mapolda Lampung, Kamis, 13 September 2018. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Garam yang diproduksi oleh Unit Dagang Tiga Permata ternyata didatangkan langsung dari Jepara, Jawa Tengah.

Kasubdit I Indagsi Reskrimsus Polda Lampung AKBP Budiman Sulaksono menuturkan, selama lima tahun UD Tiga Permata hanya melakukan pengepakan.

"Bahan dasar garam pada umumnya. Cuma dari pengolahannya tidak sesuai standar kesehatan," ungkap Budiman dalam ekspose di Mapolda Lampung, Kamis, 13 September 2018.

Terkait apakah ada pemain lain dan sama-sama mendatangkan garam dari Jepara, Budiman mengaku masih dalam pengawasan.

Baca: BREAKING NEWS - Hati-hati, Ini Efeknya Mengonsumsi Garam Tanpa Izin Edar BPOM

Baca: BREAKING NEWS - Dijual Rp 3 Ribu per Kg, Ini Daerah Pemasaran Garam Tanpa Izin Edar

"Nantinya kami petakan kemudian kami awasi," terangnya.

Budiman pun mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati mengonsumsi makanan, khususnya garam.

"Supaya memperhatikan kemasan garam. Harus ada nomor BPOM. Yang jelas, harus ada nomor BPOM-nya," tandasnya.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung mengamankan 50 ton garam tanpa izin edar.

Wakapolda Lampung Brigjen Pol Angesta Romano Yoyol menuturkan, pengungkapan ini dari hasil penyidikan Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Lampung adanya peredaran garam tanpa izin edar BPOM RI di sebuah unit usaha di Jalan Wala Abadi, Kampung Kroy, Way Laga, Sukabumi, Bandar Lampung. (*)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved