Tribun Bandar Lampung

BREAKING NEWS - Dramatis, Pemilik Rumah Terjang Kobaran Api meski Sakit Stroke

Ahmad sendiri mengaku nekat masuk kembali lantaran berusaha memadamkan api.

BREAKING NEWS - Dramatis, Pemilik Rumah Terjang Kobaran Api meski Sakit Stroke
Tribun Lampung/Hanif Mustafa
Ahmad Marsahadi (52), pemilik rumah, mengalami luka bakar karena berusaha memadamkan api. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Api yang menghanguskan rumah indekos di Jalan Pemuda Gang Puini, Kelurahan Enggal, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, Kamis, 13 September 2018, diduga berasal dari aliran listrik tower air milik warga yang berada di sisi rumah.

Jamal (49), saksi mata, menyebutkan, api mulai muncul dari bawah tower bantuan PNPM tersebut.

"Kami lihat dari seberang itu api sudah gede dari tower itu ya jam tiga tadi. Kan di situ ada meterannya dan pompa itu gak mati, nyala terus," ungkapnya.

Namun, Jamal sangat menyayangkan tindakan Ahmad Marsahadi (52), pemilik rumah yang berusaha memadamkan api dengan masuk ke rumah. Padahal, kobaran api sangat besar.

"Bapaknya itu awalnya tidur di ruang tengah. Kan beliau lagi sakit stroke, diangkatlah oleh warga. Udah aman, malah masuk lagi. Maksa matiin api dan nyabut gas soalnya takut meledak. Apinya padahal gede itu. Ya warga masuk lagi narik bapak itu," tegasnya.

Baca: VIDEO - Kebakaran Hebat Hanguskan Indekos di Enggal

Marzuki Genok, juga penghuni rumah, mengaku melihat api pertama kali dari kamar bagian atas milik anaknya.

"Di atas itu ada lemari tiga dan koper banyak. Nah, saya sempat melihat dari jendela api dari colokan tower, tapi sudah besar api tersebut, dan nyambar papan yang ada di kamar anak saya itu," sebutnya.

Ahmad sendiri mengaku nekat masuk kembali lantaran berusaha memadamkan api.

Baca: BERITA FOTO – Sebuah Rumah di Enggal Nyaris Ludes Terbakar

"Saya berusaha memadamkan api. Saya itu awalnya sedang nonton TV, api sudah gede dari atas," jawabnya sembari mengobati luka bakar di badannya.

Kabid Kesiapsiagaan BPBD Kota Bandar Lampung M Rizki mengatakan, pihaknya menurunkan tujuh unit damkar dengan 48 personel.

"Kami sempat kesulitan memadamkan api lantaran akses jalannya padat permukiman. Tapi, semua bisa diatasi," tandasnya. (*)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved