Tribun Bandar Lampung

MA Batalkan Permenhub 108, Dishub Lampung Beri Tanggapan

Karena itu dibatalkan, lantas kementerian hanya diam saja, ya tidak bisa. Harus ada regulasi pasti yang mengaturnya.

MA Batalkan Permenhub 108, Dishub Lampung Beri Tanggapan
kompas.com
Ilustrasi taksi online 

Laporan Reporter Tribun Lampung Noval Andriansyah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Mahkamah Agung (MA) secara resmi membatalkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek, Rabu, 12 September 2018.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Lampung Qudratul Ikhwan mengatakan, pihaknya menghormati keputusan MA tersebut. Kemudian, Dishub Lampung akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kemenhub terkait masalah ini.

“Karena jujur saja, sekarang kan sudah mulai banyak. Baik itu lembaga berbadan hukum berbentuk koperasi atau PT yang mengajukan perizinan ke Pemprov Lampung tentang kemitraan mereka dengan aplikator, baik itu Grab maupun Go-Jek,” kata Qudratul melalui ponsel, Kamis, 13 September 2018.

Baca: Permenhub 108 Adu Domba Taksi Online vs Konvensional

“Saya bilang dengan staf saya. Ya tunggu dulu, apa kebijakan lanjutan dari pusat. Yang pasti, karena itu (aturan) itu terkait dengan masyarakat banyak, maka harus ada regulasi yang mengatur. Karena itu dibatalkan, lantas kementerian hanya diam saja, ya tidak bisa. Harus ada regulasi pasti yang mengaturnya. Apakah akan ditarik ke tingkat UU, PP, Permen baru, itu domainnya pusat,” jelas mantan Pj bupati Pesisir Barat ini.

Pada prinsipnya, terus Qudratul, Dishub Lampung akan menunggu lebih dulu apa keputusan lanjutan dari Kemenhub.

Baca: Permenhub 108 Dinilai Kebiri Sopir Taksi Online

“Tetapi, karena aturan ini sudah dibatalkan, otomatis kami sebagai pelaksana di lapangan tidak punya pijakan lagi untuk meminta para mitra mendaftarkan izinnya. Bagi yang sudah ya tidak ada masalah,” jelas Qudratul.

Lantas, bagaimana dengan mitra yang sudah mendaftarkan PT ataupun lembaganya?

“Saya sudah kontak Pak Dirjen, tetapi belum ada respons. Ya kami tunggu dulu apa lanjutannya,” tandas Qudratul. (*)

Penulis: Noval Andriansyah
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved