Tribun Bandar Lampung

Sebulan Duduki Gedung DPRD, Puluhan Pedagang Eks Pasar Griya Sukarame pun Hengkang

Alasan utama warga (meninggalkan gedung DPRD) karena sudah tidak ada harapan kepada pemerintah.

Sebulan Duduki Gedung DPRD, Puluhan Pedagang Eks Pasar Griya Sukarame pun Hengkang
Istimewa
Warga eks Pasar Griya Sukarame yang menempati halaman gedung DPRD Bandar Lampung. Mereka memutuskan hengkang dari lokasi pengungsian, Kamis, 13 September 2018. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Romi Rinando

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Setelah satu bulan lebih tinggal di halaman kantor DPRD Bandar Lampung, akhirnya 22 kepala keluarga eks pedagang Pasar Griya Sukarame hengkang, Kamis, 13 September 2018.

Kepala Divisi Hak Sipil dan Politik LBH Bandar Lampung Muhammad Ilyas mengatakan, Pasar Griya Sukarame'>warga eks Pasar Griya Sukarame angkat kaki dari gedung DPRD.

Alasannya, sudah tidak ada harapan lagi bagi mereka menuntut Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Apalagi semua opsi yang ditawarkan pemerintah ditolak warga.

Mereka akan menempuh upaya litigasi dengan menggugat pemerintah atas diabaikannya hak-hak warga oleh pemerintah, mulai dari hak ekonomi hingga hak memiliki kehidupan.

Baca: Tolak Rusunawa, Warga Eks Pasar Griya Sukarame Akan Gugat Pemkot, DPRD, dan BPN

“Alasan utama warga (meninggalkan gedung DPRD) karena sudah tidak ada harapan kepada pemerintah. Buat apa lagi bertahan. Semua tawaran ditolak warga. Sekarang warga ada yang tinggal di LBH, Pasar Way Dadi, dan kembali ke Sukarame,” jelas Ilyas.

Menurut Ilyas, jika tetap bertahan di gedung DPRD, warga semakin kesulitan karena tidak memiliki penghasilan.

“Kalau terus tinggal di DPRD, kasihan mereka tidak ada biaya hidup.  Tapi, warga tetap solid, satu suara, tetap akan melakukan gugatan,” pungkasnya.

Dari pantauan Tribun Lampung, halaman depan gedung DPRD sudah kosong. Tenda-tenda darurat yang biasa dijadikan tempat menginap warga pun sudah tidak ada.

Pada Rabu, 12 September 2018, pimpinan dan sejumlah anggota DPRD mengadakan pertemuan dengan warga eks Pasar Griya Sukarame.

Pimpinan dan anggota DPRD mengadakan pertemuan dengan warga eks Pasar Griya Sukarame, Rabu, 12 September 2018.
Pimpinan dan anggota DPRD mengadakan pertemuan dengan warga eks Pasar Griya Sukarame, Rabu, 12 September 2018. (Istimewa)

Baca: Pedagang Eks Pasar Griya Sukarame Tetap Bertahan di Gedung DPRD

Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Bandar Lampung Wiyadi menawarkan empat poin penyelesaian.

“Kemarin kita tawarkan beberapa opsi kepada warga eks Pasar Griya. Pertama, tinggal di rusunawa, bebas biaya sewa satu tahun. Kedua, semua biaya pendidikan anak-anak yang putus sekolah ditanggung pemerintah. Ketiga, jika warga menolak rusunawa dan ingin pulang kampung, biaya dan akomodasi akan ditanggung,” jelas Wiyadi.

Wiyadi juga mengapresiasi keputusan warga yang sukarela meninggalkan gedung DPRD tanpa ada unsur paksaan.

”Kita apresiasi itu. Kita tidak mengusir mereka. Tapi, kita sudah berikan opsi dan solusi. Mereka tidak mau mengambilnya. Kami tidak memaksa,” kata Wiyadi. (*)

Penulis: Romi Rinando
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help