Tribun Bandar Lampung

Bantah Pabrik Garam Ilegal Berhenti Operasi, Polda Lampung Beberkan Bukti-bukti

Kami tidak bisa mengamankan jika tidak beroperasi. Tapi, saat kami datang, masih beroperasi.

Bantah Pabrik Garam Ilegal Berhenti Operasi, Polda Lampung Beberkan Bukti-bukti
Dok Polda Lampung
Aktivitas di UD Tiga Permata saat didatangi petugas Subdit I Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung beberapa waktu lalu. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Subdit I Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung membantah UD Tiga Permata berhenti produksi.

Hal itu dikatakan Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Lampung AKBP Budiman Sulaksono untuk menanggapi pernyataan Ariyanto (47), pemilik UD Tiga Permata, yang mengaku sudah berhenti beroperasi.

Budiman mengatakan, saat dilakukan pengecekan ke gudang UD Tiga Permata di Kampung Kroy, Way Laga, Sukabumi, polisi mendapati aktivitas pengepakan.

Aktivitas di gudang UD Tiga Permata saat didatangi petugas Subdit I Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung beberapa waktu lalu.
Aktivitas di gudang UD Tiga Permata saat didatangi petugas Subdit I Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung beberapa waktu lalu. (Dok Polda Lampung)

"Kami tidak bisa mengamankan jika tidak beroperasi. Tapi, saat kami datang, masih beroperasi. Seharusnya sudah ada izin baru bisa beroperasi," ungkap Budiman, Jumat, 14 September 2018.

Aktivitas di UD Tiga Permata saat didatangi petugas Subdit I Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung beberapa waktu lalu.
Aktivitas di UD Tiga Permata saat didatangi petugas Subdit I Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung beberapa waktu lalu. (Dok Polda Lampung)

Baca: Keberatan Disebut Bikin Sakit Gondok, Pemilik Pabrik Garam Ilegal: Itu Mematikan Usaha Saya

Masih kata dia, saat ini proses hukum tersangka pemilik UD Tiga Permata dalam tahap pertama.

"Berkas sudah kami limpahkan. Tunggu dari jaksa teliti. Ada yang dilengkapi atau tidak," sebutnya.

Untuk memperkuat bukti, Budiman pun mengaku menggunakan saksi ahli. "Saksi ahlinya dari BPOM," jelas dia.

Sebelumnya, Ariyanto mengatakan, UD Tiga Permata sudah berhenti memproduksi garam Cap Segitiga Permata sejak awal pertengahan Agustus. Alasannya, perusahaan sedang mengurus izin.

"Sebelum didatangi polisi, kami sudah tidak beroperasi. Karena kami didatangi oleh BBPOM (Balai Besar Pengawasan Obat Makanan) dan diminta tidak beroperasi selama izin belum turun," ungkap Yanto, sapaan akrabnya, saat ditemui Tribun Lampung di pabriknya yang terletak di Kampung Kroy, Way Laga, Sukabumi, Jumat, 14 September 2018.

Baca: BERITA FOTO - Penampakan Gudang Pengepakan Garam Ilegal di Bandar Lampung

Yanto menjelaskan, saat ini unit usahanya sedang berbenah, mulai dari perizinan hingga tempat pengolahan garamnya.

"Ya jadi sebelum mendapat izin dari BPOM harus mendapat SNI dari Balai Riset dan Standardisasi (Baristan) Industri. Jadi mulai dari nama UD kami sampai masalah teknis. Seperti ini, tempat produksi pakai plafon dan lantai keramik. Memang dinding masih menggunakan geribik, tapi kan kami sedang pembenahan," tegasnya.

Namun, kata Yanto, ternyata saat tidak beroperasi malah pabriknya didatangi oleh petugas Polda Lampung. Inilah yang membuat Yanto kecewa. (*)

---> Jangan lupa subscribe Channel YouTube Tribun Lampung News Video

Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help