BBPOM Ungkap Garam Layak Konsumsi Harus Mengandung 30 PPM Yodium

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Lampung berkoordinasi dengan Polda Lampung.

BBPOM Ungkap Garam Layak Konsumsi Harus Mengandung 30 PPM Yodium
Dok Polda Lampung
Petugas Subdit I Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung saat melakukan pengecekan di UD Tiga Permata beberapa waktu lalu. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG HANIF RISA MUSTAFA

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Lampung berkoordinasi dengan Polda Lampung terkait kasus garam tanpa izin edar.

Kepala BPOM Perwakilan Lampung Syamsuliani menjelaskan, koordinasi ini terkait seorang pegawai BBPOM yang menjadi saksi ahli dalam kasus tersebut.

"Ya, polda meminta salah satu pegawai menjadi saksi ahli terkait kasus garam tanpa izin edar ini," katanya di kantornya, Jumat (14/9/2018).

Syamsuliani mengakui pihaknya pernah melakukan pengecekan ke tempat usaha garam UD Tiga Permata. Dalam pengecekan itu, pihaknya juga meminta pemilik usaha menutup sementara usahanya.

"Sekitar tiga minggu lalu kami datangi untuk melakukan pengecekan. Kami minta agar tutup sementara sambil melengkapi surat, karena belum ada izin edarnya," jelas Syamsuliani.

Dari pengecekan itu, pihaknya membawa setidaknya 500 pak garam.

"Kami cuma bawa segitu buat kami amankan. Sisanya masih di sana," ujarnya.

Meskipun telah diberi peringatan, Syamsuliani mengungkapkan, pengelola usaha membandel dan tetap mengedarkan garamnya.

"Sudah kami minta untuk tutup, tapi masih tetap beroperasi. Dua minggu kemudian (31 Agustus) didatangi polisi," bebernya.

Halaman
12
Penulis: hanif mustafa
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved