Kasus Garam Tanpa Izin Edar, Pedagang Mengaku Tidak Jual Garam Cap Segitiga Permata

Awak Tribun Lampung tak menemukan garam merek Segitiga Permata milik UD Tiga Permata.

Kasus Garam Tanpa Izin Edar, Pedagang Mengaku Tidak Jual Garam Cap Segitiga Permata
TRIBUN LAMPUNG/PERDIANSYAH
Seorang pekerja membersihkan lantai gudang tempat usaha garam tanpa izin edar, Jumat (14/9/2018). 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG ANA PUSPITA SARI

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Dari pantauan di beberapa pasar tradisional, awak Tribun Lampung tak menemukan garam merek Segitiga Permata milik UD Tiga Permata. Para pedagang di Pasar Tugu, Smep, Pasir Gintung, Tamin, hingga sejumlah warung di Kecamatan Rajabasa tak menjual garam dengan merek tersebut.

Bahkan, ada pedagang yang mengaku sama sekali tak tahu dengan garam merek Segitiga Permata.

"Enggak ada garam merek itu. Adanya ini (menunjukkan garam merek lain)," kata Poniyem, pedagang di Pasar Smep, Kamis (13/9/2018).

Pedagang lainnya, Ela, mengungkapkan hal senada. Saat awak Tribun mencoba membeli garam cap Segitiga Permata, ia menawarkan tiga merek garam lain.

"Itu (garam merek Segitiga Permata) enggak punya," ujarnya.

Pantauan di gudang UD Tiga Permata, Jumat (14/9), tempat usaha garam tanpa izin edar itu tergolong tradisional. Terletak di samping rumah pemiliknya, Ariyanto (47), Kampung Kroy, Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung.

Di samping tempat usaha, tampak puluhan sak warna biru berisi bahan dasar garam yang belum tercampur dengan yodium. Di dalam gudang yang berdindingkan geribik, terlihat sebuah kolam di bagian tengah dengan lantai keramik di bawahnya. Kolam itu berfungsi untuk mencampur bahan dasar garam dengan yodium, sebelum pengemasan.

---> Jangan lupa subscribe Channel YouTube Tribun Lampung News Video

Penulis: Ana Puspita Sari
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved