Kasus Pria Gangguan Jiwa Tembak 2 Tetangga, Polisi 7 Hari Tunggu Pemeriksaan RSJ

Satuan Reskrim Polresta Bandar Lampung dan Polsek Telukbetung Selatan melimpahkan Robert Panggabean (35) ke RSJ.

Kasus Pria Gangguan Jiwa Tembak 2 Tetangga, Polisi 7 Hari Tunggu Pemeriksaan RSJ
Tribun Lampung/Hanif Risa Mustafa
Robert Panggabean (duduk), pelaku penembakan dua tetangganya, menjalani pemeriksaan di Polresta Bandar Lampung, Kamis, 13 September 2018. Sementara Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Harto Agung Cahyono memeriksa senapan angin milik Robert. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG HANIF RISA MUSTAFA

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung dan Polsek Telukbetung Selatan melimpahkan Robert Panggabean (35) ke Rumah Sakit Jiwa Lampung di Kurungan Nyawa, Pesawaran, Jumat (14/9/2018). Pihak kepolisian kini menunggu hasil pemeriksaan RSJ sebelum mengambil tindakan berikutnya dalam kasus penembakan terhadap tetangga.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Komisaris Harto Agung Cahyo menjelaskan, pelimpahan Robert ke RSJ bertujuan memastikan bahwa pelaku penembakan terhadap dua tetangganya ini benar-benar mengalami gangguan jiwa.

"Walaupun dia punya kartu kuning (kartu berobat di RSJ), tapi kami harus kaji dan cek lagi. Makanya, kami tempatkan sementara waktu di RSJ untuk pemeriksaan," katanya, Jumat.

Harto memperkirakan proses pemeriksaan serta hasilnya akan keluar sekitar 7 hari ke depan. Pihaknya kemudian akan menggunakan hasil tersebut untuk mengambil tindakan.

"Hasil pemeriksaan kurang lebih seminggu akan keluar. Setelah itu, kami ambil tindakan," ujarnya seraya menambahkan, Robert memiliki riwayat gangguan jiwa sejak tahun 1999.

Polisi berhasil membekuk Robert pada Rabu (12/9/2018) sore, beberapa jam usai ia menembak dua tetangganya di Kelurahan Sumur Putri, Kecamatan Telukbetung Utara. Kepala Sub Direktorat III Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reskrim Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Ruli Andi Yunianto mengungkapkan, tim menangkap Robert ketika berada di lokasi parkir Rumah Sakit Imanuel, Bandar Lampung.

"Dia punya pengaruh di parkiran itu, ngoordinir gitu. Mungkin karena orangnya berani, jadi tukang parkir di situ enggak berani. Daripada kenapa-kenapa, mending ngasih (uang ke Robert)," beber Ruli. "Dia ngomongnya ngelantur. Ngomong-ngomong ilmu gaib terus," imbuhnya.

Saat polisi menghadirkannya dalam ekspose kasus di Polresta Bandar Lampung, Kamis (13/9/2018), Robert memang kerap melantur menjawab pertanyaan. Ia mengaku nekat menembak Maryani Purba (60) lantaran menganggap Maryani membenci Presiden Joko Widodo. Namun, saat awak media bertanya lebih dalam, Robert meracau.

Robert semakin melantur ketika mendapat pertanyaan mengenai alasan menembak David Riki Fahrijal (35), korban kedua.

"Dia itu pengkhianat. Gajah, kucing, macan akar, hutan. Ibaratnya, gajah nginjek kucing," jawabnya sambil komat-kamit.

Robert baru menjawab agak jelas terkait asal senapan angin untuk menembak korban. Ia mengaku membelinya seharga Rp 500 ribu.

"Itu (beli) dari kawan. Buat nembak tikus. Biar tikusnya enggak makan bebek saya," katanya.

Untuk sementara, Robert terancam pasal 351 ayat 2 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang penganiayaan yang mengakibatkan luka berat. Ancaman hukumannya berupa pidana penjara paling lama 5 tahun.

---> Jangan lupa subscribe Channel YouTube Tribun Lampung News Video

Penulis: hanif mustafa
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved