Polda Lampung Limpahkan Berkas Perkara Garam Tanpa Izin Edar ke Kejaksaan

Polda Lampung telah melimpahkan berkas perkara garam tanpa izin edar ke kejaksaan.

Polda Lampung Limpahkan Berkas Perkara Garam Tanpa Izin Edar ke Kejaksaan
TRIBUN LAMPUNG/PERDIANSYAH
Seorang pekerja sedang membersihkan lantai gudang tempat usaha garam tanpa izin edar, UD Tiga Permata, Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung, Jumat (14/9/2018). 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG HANIF RISA MUSTAFA

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Polda Lampung telah melimpahkan berkas perkara garam tanpa izin edar ke kejaksaan. Polda kini menunggu hasil penelitian kejaksaan.

"Berkas sudah dilimpahkan. Sekarang tunggu penelitian dari kejaksaan, apakah ada yang perlu dilengkapi atau tidak," kata Kepala Sub Direktorat I Industri, Perdagangan, dan Investasi (Indagsi) Direktorat Kriminal Khusus Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Budiman Sulaksono, Jumat (14/9/2018).

Untuk memperkuat bukti dalam kasus ini, polda menyertakan keterangan saksi ahli.

"Saksi ahlinya dari BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan)," ujar Budiman.

Polda Lampung membongkar kasus perdagangan garam tanpa izin edar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Total 50 ton garam dengan kandungan yodium tak sesuai standar disita dari gudang milik Usaha Dagang (UD) Tiga Permata di Jalan Wala Abadi, Kampung Kroy, Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung.

Wakapolda Lampung Brigadir Jenderal Angesta Romano Yoyol menjelaskan, kasus ini terungkap berkat penyelidikan Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda. Penyelidikan bermula dari laporan warga mengenai indikasi peredaran garam ilegal di sebuah unit usaha di Way Laga, Sukabumi, Bandar Lampung.

"Saat pengecekan pada 31 Agustus lalu sekitar pukul 15.00 WIB, ternyata benar ditemukan aktivitas memperdagangkan produk olahan pangan berupa garam tanpa izin edar dari BPOM RI," ujar Yoyol saat ekspose kasus di kantor polda, Kamis (13/9/2018). "Ini sudah melalui uji laboratorium. Bahayanya, jelas penyakit gondok. Kandungan yodiumnya tidak sesuai," sambungnya.

Yoyol mengungkapkan, UD Tiga Permata telah beroperasi selama lima tahun. Unit usaha tersebut, papar dia, hanya melakukan pengemasan. Adapun garam dikirim dari Jepara, Jawa Tengah.

"Garam diambil dari Jawa, kemudian dikemas di sini. Unit usaha ini sudah beroperasi lebih dari setahun (lima tahun). Garamnya beredar di seluruh Lampung, khususnya pasar-pasar tradisional," katanya.

Halaman
123
Penulis: hanif mustafa
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help