Sampai Saat Ini, Ada 113 Desa di Provinsi Lampung yang Belum Tersentuh Aliran Listrik

Sebanyak 113 desa di Lampung sampai saat ini masih belum tersentuh aliran listrik.

Sampai Saat Ini, Ada 113 Desa di Provinsi Lampung yang Belum Tersentuh Aliran Listrik
Tribun Lampung/Noval Andriansyah
Desa Terang 

Laporan Reporter Tribun Lampung Noval Andriansyah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, NATAR – Sebanyak 113 desa di Lampung sampai saat ini masih belum tersentuh aliran listrik.

Atas dasar itu, Koperasi Jasa Gerakan Nelayan Tani (Kopja Ganti/KJG) menggagas program Desa Terang 2018 untuk membantu terwujudnya Lampung Terang 2019 dan Indonesia Terang 2019.

Baca: Bupati Pesisir Barat Hadiri Launching Desa Terang Tingkat Nasional

Kopja Ganti secara resmi meresmikan program tersebut di Lapangan Desa Krawang Sari, Natar, Lampung Selatan, Sabtu (15/9/2018).

Hadir dalam peresmian tersebut Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Ketua Umum Kopja Ganti Dadang Mishal Yofthie, serta 246 kepala daerah se-Indonesia.

Puspayoga mengatakan, program Desa Terang 2018 merupakan partisipasi Kementerian Koperasi dan UKM yang sudah bersinergi dengan BUMN dan swasta.

Untuk itu, Puspayoga berharap, tidak hanya di Desa Krawangsari, tetapi desa-desa lainnya yang belum masuk aliran listrik, juga mendapatkan bantuan serupa.

“Seperti yang sudah disampaikan Pak Presiden (Joko Widodo), inilah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Tadi disampaikan ada 113 desa di Lampung yang belum terang. Harapannya, KJG bisa masuk. Tidak hanya di Lampung tetapi di seluruh Indonesia untuk mempercepat target Indonesia Terang 2019,” ujar Puspayoga, Sabtu (15/9/2018).

Baca: Jokowi ke Korea, Peresmian Desa Terang di Lampung Mundur

Desa Terang
Desa Terang (Tribun Lampung/Noval Andriansyah)

Dadang menambahkan, program Desa Terang 2018 ini merupakan upaya Kopja Ganti untuk memperkenalkan teknologi yang berbasis solar sel atau SHS (solar house system).

Tujuannya, kata Dadang, adalah untuk membantu permasalahan kelistrikan.

Halaman
123
Penulis: Noval Andriansyah
Editor: teguh_prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help