Butuh Bantuan! Di Perut Bocah Tiga Tahun Bernama Aji Wijaya, Terdapat Benjolan Sebesar Biji Durian

Endang (40) warga Desa Neglasari, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan hanya bersedih manakala Aji Wijaya, mengeluhkan sakit pada bagian pusarnya.

Butuh Bantuan! Di Perut Bocah Tiga Tahun Bernama Aji Wijaya, Terdapat Benjolan Sebesar Biji Durian
tribunlampung/dedi sutomo
Aji Wijaya, bocah Katibung yang memiliki benjolan di perut 

Laporan Wartawan Tribunlampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Endang (40) warga Desa Neglasari, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan hanya bersedih manakala Aji Wijaya, anak bungsunya yang kini berusia 3 tahun, mengeluhkan sakit pada bagian pusarnya. 

Pada bagian pusar Aji, ada benjolan sebesar biji buah durian.

Baca: Viral di Media Sosial, Banyak Pihak Beri Bantuan Balita Kembar Rana Rani yang Hidup Memprihatinkan

Sayangnya kondisi ekonomi keluarga Endang sangat pas-pasan.

Ia hanyalah seorang tambal ban yang setiap harinya hanya berpenghasilan sekitar Rp 30 ribu.

Sehingga ia tidak memiliki biaya untuk membawa sang anak ke dokter spesialis guna memeriksakan benjolan yang ada di bagian pusar.

Memang, menurutnya, sang anak memiliki KIS (Kartu Indonesia Sehata), tetapi ia tetap harus membayar iuran bulanan.

Dan karena keterbatasan ekonomi, ia pun sudah sejak awal tahun tidak lagi bisa membayar iuran untuk kartu KIS anaknya.

“Saya dengan istri dan anak tertua memang memiliki KIS yang dari pemerintah. Tapi untuk anak kedua dan si bungsu tidak. Kartu KIS-nya tetap harus bayar iuran Rp 25 ribu perbulan,” terangnya kepada Tribun, Minggu (16/9/2018).

Baca: Kisah Rana dan Rani, Balita Kembar Asal Katibung yang Dirawat Buruh Serabutan

Menurut Endang benjolan yang tumbuh dibagian pusar putra bungsunya Aji Wijaya sudah ada sejak lahir.

Benjolan tersebut terus membesar seiring bertambahnya usia sang anak.

“Dahulu kecil. Tapi ini terus membesar. Benjolannya berwarna merah. Terkadang sering mengeluarkan darah. Dan anak saya pun jadi sering sakit. Sering mengalami deman panas tinggi,” ujar dirinya.

Ia pun berharap ada perhatian dari pemerintah daerah atau dermawan yang bisa membantu dirinya untuk membawa sang anak ke dokter spesialis.

Karena ia khawatir benjolan pada bagian pusar anak bungsunya itu berbahaya (tumor). (*)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: teguh_prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved