Menyerah Dengar Tembakan, Pencuri Monitor Ekskavator Turun dari Plafon Rumah

Polisi menangkap tiga anggota komplotan pencuri spesialis monitor alat berat ekskavator.

Menyerah Dengar Tembakan, Pencuri Monitor Ekskavator Turun dari Plafon Rumah
Net
Ilustrasi pencurian

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG HANIF RISA MUSTAFA

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Tim Sub Direktorat III Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung menangkap tiga anggota komplotan pencuri spesialis monitor alat berat ekskavator. Tim Subdit III Jatanras Polda Lampung sempat melepas tembakan peringatan sebelum tersangka menyerah.

Tiga tersangka pencuri monitor ekskavator itu masing-masing Yogi Chandra (22), warga Desa Banjar Sakti, Kecamatan Gunung Labuhan, Way Kanan; Hadiyanto (22), warga Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, Lampung Selatan; dan Ryan Armando (26), warga Desa Merak Batin, Natar, Lamsel.

Direktur Reskrimum Polda Lampung Komisaris Besar Bobby Marpaung melalui Kepala Subdit III Jatanras Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Ruli Andi Yunianto membenarkan penangkapan ini.

"Kami mem-back up (membantu) Polres Way Kanan untuk menangkap kawanan pencuri ini. Setelah kami lakukan penyelidikan, kami dapatkan identitas seorang pelaku (Ryan) dan kami lakukan penggerebekan di rumahnya di Natar," jelas Ruli, Minggu (16/9/2018).

Polisi membekuk Ryan di rumahnya pada Kamis, 2 Agustus 2018, sekitar pukul 11.00 WIB. Saat penggerebekan, ia berusaha melarikan diri melalui atap rumahnya. Polisi kemudian melepas tembakan peringatan.

"Pelaku mau kabur melalui plafon rumah. Dia sudah naik. Lalu, kami beri tembakan peringatan beberapa kali. Tersangka akhirnya menyerah dan turun dari plafon," beber Ruli.

Dari keterangan Ryan, tim mengetahui keberadaan seorang tersangka lainnya, yakni Hadiyanto, yang tak jauh dari rumah Ryan. Setelah menangkap Hadiyanto, tim selanjutnya mengetahui pula keberadaan tersangka ketiga, Yogi, dan membekuknya.

Kepada polisi, tiga tersangka mengaku telah beraksi setidaknya 15 kali. Rinciannya di Bandar Lampung sebanyak 2 kali, Way Kanan (4 kali), Pesawaran (1 kali), Natar (8 kali).

"Para pelaku ini mengaku sudah melakukan aksi kejahatan di 15 lokasi. Setelah kami cek, ternyata benar. Setidaknya sudah ada 15 laporan. Ini masih laporan. Yang belum laporan, masih kami dalami," terang Ruli. "Mereka melancarkan aksi dari Maret sampai Juli. Jadi, sudah 5 bulan," imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: hanif mustafa
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved