Rumahnya Didatangi Kades, Mbah 80 Tahun Asal Mesuji Menangis Tersedu-sedu

Rumahnya Didatangi Kades, Mbah 80 Tahun Asal Mesuji Ini Menangis Tersedu-sedu

Rumahnya Didatangi Kades, Mbah 80 Tahun Asal Mesuji Menangis Tersedu-sedu
Tribun Lampung/Endra Zulkarnaen
Mbah Urip (kanan), warga Desa Rejomulyo, Kecamatan Way Serdang, Mesuji, memeluk Johan Candradinata, Pjs kepala Desa Rejomulyo. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MESUJI - Pasangan renta di Desa Rejomulyo, Kecamatan Way Serdang, Mesuji ini senang bukan kepalang. Kedatangan tim dari Pemerintah Kabupaten Mesuji membawa berkah bagi Kasam (85) dan istrinya, Urip (80).

Tok.. tok.. tok. Pintu rumah Kasam berbunyi tanda kedatangan tamu, Minggu (16/9) pagi. Urip, yang mendengar, bergegas menuju depan rumahnya membuka pintu.

Baca: Pencuri Motor Spesialis Kunci T di Kotabumi Ditangkap Saat Asyik Nyabu di Rumahnya

Di luar, pria bertopi bertuliskan KORPRI sudah berdiri. Urip tampak asing. Ia tak tahu siapa gerangan yang datang.

"Saya Johan, mbah," ujarnya memperkenalkan diri. Muhammad Johan Candradinata adalah Penjabat Sementara Kepala Desa Rejomulyo.

Johan memaparkan maksud kedatangannya ke rumah berdinding papan itu. Ia ingin mengecek kondisi rumah Kasam dan Urip.

Kasam dan Urip terdata sebagai penerima bantuan Pembangunan Rumah Layak Huni (Baperlahu) atau Rumah Kita dari Pemerintah Kabupaten Mesuji.

"Program baperlahu kegiatan rumah kita ini diperuntukkan bagi warga miskin berusia di atas 60 tahun yang rumahnya sudah tidak layak huni. Bantuan sebesar 32 juta setiap penerima," beber Johan.

Agar tepat sasaran, Johan turun langsung melakukan verifikasi. Ternyata benar. Kondisi rumah Kasam hanya berdinding papan.

Baca: Butuh Bantuan! Di Perut Bocah Tiga Tahun Bernama Aji Wijaya, Terdapat Benjolan Sebesar Biji Durian

"Pak bupati akan membedah rumah mbah," Johan mengutaran maksudnya ke Urip. Mendengar hal itu, airmata Urip jatuh. Ia tak mampu menahan rasa harunya.

Kasam dan Urip sudah lama tinggal berdua di rumah tersebut. Anak-anak mereka jauh meninggalkan pasangan yang sehari-harinya bekerja sebagai petani.

Urip terus-terusan menangis sampai sedu sedan seperti tak percaya. Ia merasa apa yang dialaminya ini seperti mimpi.

"Rasane koyo mimpi, tapi nyoto. Maturnuwun nggeh pak. Sampeke salam kangge pak Bupati Khamami, kulo sampun dibantu ndamel omah. (Rasanya seperti mimpi, tapi nyata. Terima kasih ya pak. Sampaikan salam saya sama pak Bupati Khamami, saya sudah dibantu buat rumah)," uja Urip.

Bupati Mesuji Khamami mengimbau seluruh aparatur desa agar mendata warga yang menerima bantuan Baperlahu dengan benar agar tepat sasaran.

"Harus tepat sasaran bagi warga yang menerima. Bantuan ini gratis, jangan sampai ada pihak aparatur desa melakukan pungutan liar serupiah pun. Ingat, warga miskin saudara kita, jangan terbebani, mereka," imbaunya.

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help