Tribun Pesawaran

3 Hari, Ini Tersangka Sindikat Narkoba yang Digulung Polres Pesawaran

Kepolisian Resor Pesawaran terus mengungkap kejahatan narkoba di wilayah Bumi Andan Jejama.Tiga hari operasi ini yang didapat.

3 Hari, Ini Tersangka Sindikat Narkoba yang Digulung Polres Pesawaran
dok tribunlampung/riza
Ilustrasi barang bukti narkoba 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESAWARAN - Kepolisian Resor (Polres) Pesawaran terus mengungkap kejahatan narkoba di wilayah Bumi Andan Jejama.

Dalam medio 21 - 23 September 2018 meringkus tiga tersangka narkoba di tempat yang berbeda.

Kepala Polres Pesawaran AKBP Syaiful Wahyudi mengungkapkan, Selasa, 21 September 2018 jajarannya meringkus Pahlepi Dian Iskandar (39) warga Desa Pedamaian Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran.

Pahlepi langsung diamankan petugas dengan barang bukti dompet hitam.

Di dalamnya terdapat empat bungkus klip bening yang berisikan kristal diduga narkotika jenis sabu, uang tunai sebesar Rp.250.000 dan satu buah handphone nokia, satu lembar bukti transfer BRI.

Baca: Berharap Uang Rp 1,5 Juta Jadi Rp 15 Juta, Petani di Pesawaran Jadi Korban Penipuan

Kemudian pada 23 September 2018, lanjut Syaiful, pihaknya kembali mengamankan dua orang tersangka narkoba.

Yaitu Dodi (34) warga Desa Halangan Ratu Kecamatan Negeri Katon.

Dari tangan Dodi petugas mengamankan barang bukti berupa satu bungkus plastik klip bening berisi kristal diduga sabu.

"Barang bukti tersebut ditemukan di dalam helm milik saudara Dodi, yang mengakui barang bukti tersebut miliknya sendiri," ujar Kapolres, Senin (24/9).

Pada hari yang sama, lanjut dia, petugas juga menangkap Mas Tohir (28) warga Desa Way Harong Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran.

Baca: Kunjungi Sergai Pesawaran Belajar Aplikasikan Potensi Perekonomian Daerah

Syaiful mengungkapkan, dari penangkapan tersebut pihaknya memperoleh barang bukti berupa satu bungkus plastik klip bening berisi kristal diduga sabu di saku celana yang dikenakan tersangka.

Dia mengakui bahwa barang bukti tersebut adalah miliknya sendiri.

Ketiganya kini mendekam di sel tahanan Mapolres Pesawaran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Mereka terancam Pasal 114 ayat (2) sub pasal 112ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

"Ancaman hukuman minimal enam tahun dan maksimal hukuman mati," tegas Kapolres.

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Safruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved