Tribun Pringsewu

Kisah Pasutri Asal Pringsewu 43 Tahun Tanpa Buku Nikah

Ketua Pengadilan Agama Tanggamus Asrori mengungkapkan, ada 100 pasangan yang mengikuti isbat nikah dan ada dua saksi per pasangan.

Kisah Pasutri Asal Pringsewu 43 Tahun Tanpa Buku Nikah
Tribun Lampung/Robertus Didik Budiawan
Suasana sidang isbat nikah yang diikuti 100 pasangan di Pendopo Pringsewu, Kamis, 27 September 2018. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Robertus Didik Budiawan

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Di pagi yang cerah itu, 100 pasangan suami-istri berduyun-duyun datang ke Pendopo Pringsewu, Kamis, 27 September 2018.

Pasangan tersebut berasal dari sembilan kecamatan di Pringsewu.

Mereka antusias karena segera mendapat legalitas pernikahan melalui sidang isbat nikah yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Pringsewu bekerja sama dengan Pengadilan Agama Tanggamus.

Dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1 Muharam 1440 Hijriah, ke-100 pasang ini mendapat fasilitas gratis.

Salah satunya pasangan Ahmad (60) dan Fatimah (58), warga Pekon Sukamulya, Kecamatan Banyumas. 

Ahmad tampil rapi dengan mengenakan kemeja dan celana dasar.

Fatimah tak mau kalah. Ia memakai baju terusan hitam lengan panjang plus hijab.

Mereka sudah menikah sejak 1975 silam alias 43 tahun lalu.

Keduanya saat ini telah memiliki delapan cucu.

Halaman
1234
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved