Tribun Bandar Lampung

Polda Lampung Surati Tempat-tempat Hiburan, Ingatkan soal Narkoba

Polda Lampung melalui Direktorat Reserse Narkoba akan melayangkan surat kepada pengelola tempat-tempat hiburan.

Polda Lampung Surati Tempat-tempat Hiburan, Ingatkan soal Narkoba
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi narkoba jenis sabu 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG HANIF RISA MUSTAFA

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Polda Lampung melalui Direktorat Reserse Narkoba akan melayangkan surat kepada pengelola tempat-tempat hiburan. Surat ini berisi peringatan untuk mengantisipasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba khususnya di tempat hiburan malam dan karaoke.

"Kami akan surati setiap pengelola hiburan. Tujuannya untuk memproteksi pengunjung dari bahaya narkoba," kata Direktur Resnarkoba Polda Lampung Komisaris Besar Shobarmen, Jumat (28/9/2018).

Barmen, sapaan akrabnya, mewanti-wanti pengelola tempat hiburan agar tidak memfasilitasi peredaran dan penggunaan narkoba. Pihaknya tak segan mengusulkan penghentian izin operasional apabila terjadi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di tempat hiburan.

"Kalau terbukti terjadi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di tempat hiburan, kami akan menyurati pemda (pemerintah daerah) agar pemda mengkaji ulang perizinannya," jelas Barmen.

Adapun latar belakang pengiriman surat ini karena masih adanya indikasi kuat penyalahgunaan narkoba di tempat hiburan. Terakhir, aparat penegak hukum mengamankan Al Faiz Binasrillah (28), manajer tempat hiburan Golden Dragon, dalam kasus penyalahgunaan narkoba. Dalam penangkapan itu, petugas menyita barang bukti narkoba jenis sabu seberat 0,6 gram.

"Sekarang masih dalam proses. Dugaan sementara, tersangka (Al Faiz) hanya pengguna," ujar Barmen.

Berdasarkan keterangan kepada penyidik, ungkap Barmen, tersangka Al Faiz mengaku sabu tersebut berasal dari Jakarta.

"Dia mengaku dapat barang haram itu dari Jakarta. Tapi, masih kami lidik lebih lanjut," katanya.

Terkait apakah Golden Dragon memfasilitasi penggunaan narkoba, Barmen menyatakan Golden Dragon masih kategori tempat hiburan biasa.

"Pada dasarnya, di tempat hiburan malam berpotensi (terjadi penyalahgunaan narkoba). Makanya, kami terus melakukan pengawasan," ujarnya.

Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung mengamankan Al Faiz dalam razia beberapa waktu lalu. Dari hasil tes urine, BNNP memastikan urine yang bersangkutan positif mengandung narkoba jenis sabu. BNNP lalu menyerahkan Al Faiz ke Polda Lampung.

---> Jangan lupa subscribe Channel YouTube Tribun Lampung News Video

Penulis: hanif mustafa
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved