Tribun Lampung Timur

Kesal Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Sukadana Tanam Pohon Pisang di Jalan Berlubang

Warga Dusun Pukem, Desa Mataram Marga, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur menanam pohon pisang di tengah ruas jalan protokol wilayah setempat.

Kesal Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Sukadana Tanam Pohon Pisang di Jalan Berlubang
Tribunlampung/Endra
Warga Dusun Pukem, Desa Mataram Marga, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur menanam pohon pisang di tengah ruas jalan protokol wilayah setempat. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SUKADANA - Warga Dusun Pukem, Desa Mataram Marga, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur menanam pohon pisang di tengah ruas jalan protokol wilayah setempat.

Selain penanda adanya kerusakan jalan, pohon pisang yang ditanam juga sebagai bentuk kekecewaan warga lantaran tidak kunjung diperbaikinya kerusakan jalan penghubung antara Kecamatan Sukadana-Bumi Agung- dan Kecamatan Sekampung itu.

Baca: Ratusan Burung Tanpa Dokumen Diamankan KSKP Bakauheni

Menurut Usman, warga Pukem, rusaknya ruas jalan itu sudah berlangsung lebih dari lima tahun.

Baca: Gempa Donggala dan Tsunami Palu, 48 Meninggal dan 356 Orang Luka-luka

Selama itu pula, belum pernah sama sekali tersentuh perbaikan dari Pemkab Lampung Timur.

Kerusakan jalan itu berjarak sekitar hampir 10 kilometer dari Kecamatan Bumi Agung menuju Kecamatan Sekampung.

Disepanjang jalan, nyaris tidak ada aspal yang menempel sempurna pada badan jalan.

Jalan berlubang ditanami pohon pisang
Jalan berlubang ditanami pohon pisang (Tribunlampung/Endra)

Jalan berlubang dengan diameter besar hampir merata memutus badan jalan.

Bahkan, dibeberapa titik terdapat gorong-gorong yang telah amblas dan diperbaiki seadanya menggunakan batang kayu oleh masyarakat.

"Kalau lima tahun sudah lebih (kerusakan jalan), ya belum pernah ada perbaikan. Makanya warga berinisiatif menanam pohon pisang dibeberapa titik. Karena rusaknya sudah minta ampun," kata Usman kepada Tribun, Sabtu (29/09).

Halaman
12
Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help