Tribun Pringsewu

Korupsi Dana Desa, Mantan Kepala Desa di Pringsewu Divonis 2,5 Tahun Penjara

Kajari Pringsewu Asep Sontani mengungkapkan, perbuatan pelaku mengakibatkan kerugian negara hingga Rp 200 juta.

Korupsi Dana Desa, Mantan Kepala Desa di Pringsewu Divonis 2,5 Tahun Penjara
Istimewa
Sidang perkara korupsi dana desa Pekon Parerejo di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang, Senin, 1 Oktober 2018. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Robertus Didik Budiawan

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Majelis hakim Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang memutuskan mantan Kepala Pekon (Desa) Parerejo Musyafa Albar dan mantan Kaur Pembangunan Abdullah Marbulen bersalah.

Keduanya terbukti bersalah karena telah melakukan tindak pidana korupsi.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pringsewu Bayu Wibianto mengungkapkan, keduanya menerima vonis hakim dalam sidang putusan di Pengadilan Negri Tipikor Tanjungkarang, Senin, 1 Oktober 2018.

Bayu mengungkapkan, hakim memvonis Musyafa dengan hukuman penjara dua tahun enam bulan (2,5 tahun). 

Putusan hakim tersebut lebih rendah satu tahun dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) selama tiga tahun enam bulan (3,5 tahun).

Dalam putusan nomor 19/Pid.Sus/TPK/PN.Tjk tanggal 28 September 2018, Musyafa dikenakan denda Rp 50 juta subsider dua bulan dan uang pengganti sebesar Rp 297 juta subsider satu tahun.

"Dikenakan biaya perkara Rp 10 ribu," ujar Bayu.

Sebelumnya, tim JPU mengungkapkan hal yang memberatkan terdakwa Musyafa. Saat penyidikan, yang bersangkutan tidak kooperatif dan menikmati kerugian keuangan negara.

Baca: Korupsi Dana Desa Rp 297,6 Juta, Bekas Kepala Desa di Pringsewu Dituntut 3,5 Tahun Penjara

Diketahui, Musyafa sempat membuat repot penyidik Kejari Pringsewu karena melarikan diri.

Halaman
12
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved