Wagub Bachtiar Buka Pameran Lukisan dari 38 Perupa di Taman Budaya Lampung

Wagub Bachtiar Buka Pameran Lukisan dari 38 Perupa di Taman Budaya Lampung

Wagub Bachtiar Buka Pameran Lukisan dari 38 Perupa di Taman Budaya Lampung
Istimewa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID BANDAR LAMPUNG ---- Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri membuka secara resmi Pameran lukisan karya 38 pelukis Lampung di UPTD Taman Budaya Lampung, Senin (1/10/2018).

Pembukaan ditandai dengan permainan gamolan pekhing (cetik) yang dimainkan Wagub bersama Kepala Taman Budaya Lampung Suslina Sari, dan Wakil Bupati Tulang Bawang Barat Fauzi Hasan. Pameran kali ini mengusung tema “Celah” yang menampilkan 42 karya.

Dalam sambutannya Wagub Bachtiar Basri menyampaikan gelaran ini membuktikan eksistensi seniman Lampung. “Meski tidak ada wadah untuk berekspresi, tapi jangan pernah berhenti berkarya,” pesannya. Wagub juga berharap, para seniman lukis diberi ruang untuk berkarya.

“Contohnya penyair Lampung yang mendapat julukan Paus sastra Lampung, Isbedy Stiawan ZS. Ketika diberi ruang dan wadah, nama Isbedy tambah besar, bukan hanya skala nasional, tapi internasional, demikian juga bagi Novelis asal mesuji Fajar yang telah berhasil menghasilkan dua buah novel setelah di beri ruang untuk berkarya,” kata Bachtiar Basri.

Wakil Gubernur yang dikenal juga sebagai perupa ini berharap , sejalan dengan tema “ Celah” yang diusung, dia mengajak para seniman untuk memanfaatkan kesempatan dan peluang untuk mempresentasikan karya seni dua dimensi dengan mengedepankan keragaman dan kekakayaan budaya Lampung.

Dengan demikian, harap Bachtiar, perhelatan ini dapat memperluas estetika harmonissai dinamika seni rupa Indonesia, serta memberikan apresiasi yang tinggi terhadap karya seni rupa masyarakat Lampung.

Wakil Bupati Tulang Bawang Barat, Fauzi Hasan, yang turut berpartisipasi dalam pameran ini mengatakan, banyak hal yang harus dilakukan dalam meningkatkan kehidupan kesenian di Lampung, khususnya di bidang lukis.

Dengan kesenian, kata dia, seseorang bisa berarti untuk orang lain. Seperti pelukis, idealnya harus punya kader, artinya ilmu (melukis) seseorang harus ditularkan ke orang lain.

Sementara itu, Kurator Pameran David mengatakan, pameran lukis yang dihelat dari tanggal 1 - 8 Oktober 2018 mendatang ini, atas kerja sama dan bantuan fasilitas kesenian dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Pemerintah Provinsi Lampung melalui UPTD, Taman Budaya Lampung dan Dewan Kesenian Tulangbawang Barat.

Menurutnya, karya-karya yang saat ini ditampil telah mengalami kemajuan. "Karya-karya yang diikutkan dalam pameran kali ini telah mengalami banyak kemajuan, Baik dari segi tehnik, ide maupun keberanian perupa dalam berkarya", kata David.

Dari 98 pelukis yang mengirimkan karya untuk dikurasi, sebanyak 36 pelukis yang lolos seleksi untuk mengikuti pameran. Pada kesempatan mendatang, David berharap, lebih banyak lagi pelukis yang ikut berpartisipasi mengikuti pameran.

Para seniman yang terlihat berpartisipasi diantaranya diantaranya Pulung Swandaru, Helmy Azeharie, Dana E. Rachmat, Yen Joenaedi, Ayu Sasmita, Icon, Yulius Bermardi, Nurbaito, Koliman, S. Temon, dan Suyitno (Rls)

Editor: Advertorial Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved