Advertorial

Bank Indonesia-Pemkab Lampung Timur Tandatangani Perjanjian Kerjasama Pengembangan Klaster Padi

Bank Indonesia-Pemkab Lampung Timur Tandatangani Perjanjian Kerjasama Pengembangan Klaster Padi

Bank Indonesia-Pemkab Lampung Timur Tandatangani Perjanjian Kerjasama Pengembangan Klaster Padi
Istimewa
Adertorial 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID BANDAR LAMPUNG -Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menandatangani kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur tentang Program Pengembangan Klaster Padi.

Penandatanganan kerjasama ini berbarengan dengan panen perdana klaster padi teknologi hazton yang diinisiasi oleh KPw Bank Indonesia Provinsi Lampung dengan Dinas Pertanian TPH Kabupaten Lampung Timur sejak Juni 2018 di Gapoktan Maju Bersama, Desa Bumi Harjo, Kecamatan Batanghari, Lampung Timur, Selasa (2/10).

Advertorial
Advertorial (Istimewa)

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Budiharto Setyawan mengatakan, program pengembangan klaster padi ini merupakan bentuk peran Bank Indonesia yang concern akan ketahanan pangan. Hal ini juga sebagai salah satu langkah dalam upaya pengendalian inflasi dengan memastikan ketersediaan pasokan, khususnya beras.

Lampung Timur sendiri dipilih berdasarkan perhitungan bahwa Lampung Timur dekat dengan dua kota di Provinsi Lampung yang dijadikan perhitungan inflasi yakni Bandar Lampung dan Metro. Ketersediaan pasokan dari daerah sekitar tentunya sangat berpengaruh terhadap inflasi di dua kota tersebut.

Advertorial
Advertorial (Istimewa)

"Dengan produktivitas yang meningkat, pasokan memadai, kita harapkan harganya tidak bergejolak lagi. Harganya bisa stabil, stabil bukan berarti murah karena kita juga tetap mempertahankan kemampuan petaninya," jelasnya usai panen bersama yang juga dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, Forkompinda dan petani.

Terkait dengan pengembangan klaster padi di Lampung Timur, saat ini yang digunakan adalah Demfarm Teknologi Padi Hazton, yang sebelumnya sudah diujicobakan di beberapa daerah (pertama kali pada tahun 2011 di Pontianak) dan memberikan hasil yang positif. Di Lampung (khususnya Lampung Timur), metode ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas hingga 50 persen, atau menjadi 8 - 9 ton per hektare dari sebelumnya 6 ton per hektare.

Implementasi Demfarm Teknologi Padi Hazton oleh Bank Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur ini dilakukan di lahan seluas 3 hektar berkerjasama dengan 2 Gapoktan yaitu Gapoktan Maju Bersama di Desa Bumi Harjo Kecamatan Batang Hari dengan luas 1 hektare dan (Gapoktan Jaya Makmur Desa Raman Aji Kecamatan Raman Utara dengan luas 2 hektare. Pelaksanaan demplot tersebut telah direalisasikan mulai dari Juli 2018 lalu.

Program pengembangan klaster padi ini dilakukan hingga 3 tahun kedepan. Rencananya, penerapan metode hazton ini juga diperluas ke dua kecamatan lainnya yakni Kecamatan Sekampung dan Kecamatan Pakalongan.

Bersamaan dengan panen bersama, juga dilakukan penyerahan 2 unit mesin panen (combine harvester) kepada Gapoktan Maju Bersama dan Gapoktan Jaya Makmur.

Dua unit mesin panen tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh gapoktan saat masa panen atau (bila sedang tidak digunakan untuk memanen) bisa dimanfaatkan oleh pihak lain untuk bisa memberikan penghasilan bagi gapoktan.

Halaman
12
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved