Sebulan, 152 Siswa SMP Sayat Tangan, Para Murid Mengaku buat Penuhi Tantangan

Siswa SMP sayat tangan menjadi fenomena yang muncul beberapa hari belakangan. Dalam satu bulan, tercatat ada 152 siswa SMP

Sebulan, 152 Siswa SMP Sayat Tangan, Para Murid Mengaku buat Penuhi Tantangan
WartaKota
Ilustrasi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Siswa SMP sayat tangan menjadi fenomena negatif yang muncul beberapa hari belakangan di Tanah Air.

Dalam satu bulan, tercatat ada 152 siswa SMP yang diketahui melakukan aksi sayat tangan.

Peristiwa sayat tangan'>siswa SMP sayat tangan diketahui terjadi di Surabaya, Pekanbaru, dan terbaru di Lampung Tengah (Lamteng).

Di Surabaya, jumlah sayat tangan'>siswa SMP sayat tangan mencapai 56 orang.

Di Pekanbaru, jumlahnya diketahui sebanyak 55 orang.

Sementara di Lamteng, ada 41 sayat tangan'>siswa SMP sayat tangan.

Apa yang menyebabkan para siswa SMP tersebut nekat melakukan kegiatan yang menyakiti diri sendiri?

Dilansir Nakita.Grid.id pada Senin (10/9/2018), Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menyebut, sebanyak 56 sayat tangan'>siswa SMP sayat tangan di Surabaya akibat depresi.

"Jadi ini masalahnya sama untuk sekolah yang dekat lokalisasi. Jadi, dia punya masalah di rumah, impact nya ke anak-anak ini dan yang lain lalu timbul empati," kata Risma.

Baca: 41 Siswa SMP di Lampung Tengah Sayat Tangan Pakai Silet, Polisi Ungkap Penyebabnya Bikin Miris

Atas permasalahan tersebut, Risma terjun langsung menyambangi sekolah tersebut untuk memberikan motivasi kepada semua murid, pada Senin (10/9/2018).

Halaman
1234
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved