Tribun Metro

Camat dan Lurah Se-Metro Deklarasi Wujudkan Kota Layak Anak

Kepala Dinas P3APP dan KB Juni Kuswati mengatakan, camat dan lurah se-Kota Metro siap melaksanakan program kecamatan dan kelurahan layak anak

Camat dan Lurah Se-Metro Deklarasi Wujudkan Kota Layak Anak
Yushe Dunga For Kompas.com
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak  

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3APP dan KB) Kota Metro mengatakan, camat dan lurah siap mewujudkan Kota Layak Anak (KLA).

Kepala Dinas P3APP dan KB Juni Kuswati mengatakan, camat dan lurah se-Kota Metro siap melaksanakan program kecamatan dan kelurahan layak anak untuk mewujudkan Bumi Sai Wawai sebagai kota layak anak. Ini diwujudkan dengan deklarasi.

Baca: Bulan Depan Pemkot Metro Kelola Rusunawa Iringmulyo 

"Deklarasi ini untuk percepatan pelaksanaan program KLA, maka tahun 2018 dibentuk kecamatan dan kelurahan layak anak pada lima kecamatan yang ada di Metro. Dan harapannya ini menjadi tanggung jawab bersama," ujarnya, Senin (8/10).

Baca: 29 SMA Se-Lampung Bertarung di Smansa Metro Cup

Ia mengaku, UU Nomor 35 Tahun 2014 perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak mempertegas pemberatan sanksi pidana dan denda bagi pelaku kejahatan terhadap anak, serta mendorong adanya langkah konkret untuk memulihkan kembali fisik, psikis, dan sosial anak.

Kota Metro, terus Juni, telah memiliki Perda No.8 Tahun 2014 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak dari Tindak Kekerasan. Dan dipertegas dengan peraturan Walikota nomor 27 tahun 2017 tentang Kota Layak Anak (KLA).

Karena itu, ia berharap semua pihak berkomitmen mengembangkan kebijakan tentang lingkungan yang layak anak, memobilisasi suber daya dan semua mitra kerja potensial, menyusun strategi, program, kegiatan, dan anggaran untuk mengembangkan kemampuan kota dalam mewujudkan KLA.

"Serta memperkuat peran Pemkot dalam menyatukan tujuan pengembangan daerah dalam bidang perlindungan anak, menyusun baseline data tentang situasi anak sebagai dasar untuk merumuskan dan merencanakan program yang terbaik, dan memperkuat kemampuan keluarga dalam mewujudkan kesejahteraan dan perlindungan anak," imbuhnya. (dra)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved