VIDEO – BEI dan OJK Gelar Indonesia Investment Festival di Mal Boemi Kedaton

Hal ini dilakukan untuk mendukung upaya peningkatan literasi keuangan yang ditargetkan mencapai 75 persen pada 2019 mendatang.

Laporan Live Streaming Reporter Tribun Lampung Ana Puspita Sari

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Dalam upaya meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal di masyarakat, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung menggelar Indonesia Investment Festival (Investival) 2018.

Event ini digelar di Mal Boemi Kedaton selama dua hari, yakni 8-9 Oktober 2018.

Kepala BEI Perwakilan Lampung Hendi Prayogi mengatakan, Investival 2018 diisi dengan berbagai kegiatan yang mengedukasi mengenai pasar modal.

Hal ini mengingat inklusi keuangan, khususnya pasar modal, masihlah sangat kecil, yakni tidak sampai 1 persen dari total jumlah penduduk di Lampung.

"Pasar modal Indonesia saat ini adalah peringkat satu yang terbaik di dunia. Namun, 63 persen investornya masih didominasi oleh investor luar negeri. Harapannya dengan kegiatan seperti dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dan akan lebih banyak lagi investor dari Indonesia yang berpartisipasi di pasar modal," jelasnya saat pembukaan Investival 2018, Senin, 8 Oktober 2018.

Baca: Tingkatkan Layanan, BEI Implementasikan Siklus Penyelesaian Transaksi Bursa T+2

Baca: VIDEO - Sepanjang 2018 OJK Lampung Terima 351 Pengaduan

Senada, Kepala OJK Provinsi Lampung Indra Krisna mengatakan, edukasi kepada masyaralat mengenai pasar modal perlu untuk terus ditingkatkan, baik secara sinergis maupun dilakukan secara mandiri oleh pelaku di pasar modal.

Hal ini dilakukan untuk mendukung upaya peningkatan literasi keuangan yang ditargetkan mencapai 75 persen pada 2019 mendatang.

"Kali ini kita melibatkan 17 perusahaan baik itu APERD maupun perusahaan sekuritas untuk join. Dan sasaran kita kali ini adalah mahasiswa dengan harapan mereka bisa menyampaikan minimal kepada keluarganya apa itu pasar modal dan produknya," jelas dia.

Indra mengatakan, saat ini poin yang ditekankan dalam upaya edukasi masyarakat terkait pasar modal adalah mengenai produk-produk yang ada di pasar modal.

Selebihnya adalah mengenai reksadana dan produk lainnya yang intinya memudahkan masyarakat sebelum terjun langsung bertransaksi di pasar modal.

"Kendala yang ada di pasar modal itu kan karena ketidaktahuan. Untuk itu, kita lakukan edukasi secara terus-menerus. Dengan ini semoga edukasi kepada masyarakat menjadi lebih luas, bisa memberikan informasi apa itu pasar modal dengan produk-produknya sehingga masyarakat paham sebelum eksekusi (melakukan pembelian) di pasar modal," imbuh dia. (*) 

Penulis: Okta Kusuma Jatha
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved