Penduduk Desa Kuskoy Masih Mengobrol Pakai Bahasa Burung, Warga Enggan Gunakan Ponsel

Warga Desa Kuskoy menggunakan bahasa burung untuk berkomunikasi dengan sesama penduduk.

Penduduk Desa Kuskoy Masih Mengobrol Pakai Bahasa Burung, Warga Enggan Gunakan Ponsel
tangkapan layar YouTube
Seorang warga Desa Kuskoy sedang mempraktikkan cara menggunakan bahasa burung. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Sebuah desa di Turki disebut sebagai desa unik, lantaran penduduknya menggunakan bahasa burung untuk berkomunikasi.

Desa berpenduduk 500 jiwa tersebut bernama Desa Kuskoy.

Desa tersebut dikenal sebagai desa burung karena perilaku warganya, yang kerap mengobrol menggunakan bahasa burung.

Dilansir saluran YouTube Columbia GSAPP dalam video berjudul Out of Istanbul – Kuskoy, The Whistling Village, warga Desa Kuskoy berkomunikasi dengan bahasa burung.

Nama Desa Kuskoy, jika diterjemahkan, berarti desa burung.

Kuskoy merupakan satu dari sedikit desa di dunia yang masih menggunakan bahasa burung sebagai metode untuk bercakap-cakap sesama penduduk.

Bahasa burung dilakukan dengan cara bersiul.

Tidak sembarang bersiul, teknik bersiul yang dilakukan merupakan teknik tingkat tinggi.

Meski kekinian warga setempat telah memiliki ponsel, komunikasi dengan bersiul tetap dilakukan.

Baca: Video Detik-detik Warga Turki Ramai-ramai Hancurkan iPhone Produk Amerika Serikat

Cara tersebut dianggap efektif lantaran jarak rumah warga yang berjauhan.

Halaman
123
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved