Tribun Bandar Lampung

Hari Kesehatan Jiwa 2018 - Memprihatinkan, Pasien Remaja di RSJ Meningkat Setiap Tahun

Peringati Hari Kesehatan Jiwa 2018, yang jatuh pada 10 Oktober 2018, belasan pegawai RSJ menggelar aksi di Bundaran Tugu Adipura.

Hari Kesehatan Jiwa 2018 - Memprihatinkan, Pasien Remaja di RSJ Meningkat Setiap Tahun
Ist
Hari Kesehatan Jiwa 2018 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Hari Kesehatan Jiwa 2018 - Memprihatinkan, Pasien Remaja di RSJ Meningkat Setiap Tahun

Dalam memperingati Hari Kesehatan Jiwa 2018, yang jatuh pada tanggal 10 Oktober 2018, belasan pegawai Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Daerah Provinsi Lampung menggelar aksi di Bundaran Tugu Adipura.

David Humas RSJ menuturkan, aksi ini digelar di Bundaran Adipura untuk memberikan pengetahuan pada masyarakat bahwa hari ini di seluruh dunia sedang memperingati hari kesehatan jiwa.

Baca: Beri Fasilitas Mewah ke Napi Narkoba, Mantan Kalapas Kalianda Ini Terancam Hukuman Mati

"Dengan harapan seluruh masyarakat dapat mendukung para generasi muda untuk dapat bahagia, tangguh dan sehat jiwanya untuk menghadapi perubahan dunia yang begitu cepatnya, seperti tema hari ini, yakni generasi muda yang bahagia, tangguh dan sehat jiwa menghadapi perubahan dunia," ungkap David.

David pun membeberkan bahwa setiap tahun pengunjung pasien rawat jalan di RSJ setiap tahun meningkat. Tercatat pada semester satu tahun 2017 ada 19.426 pasien, dan pada tahun 2018 semester pertama ada 20.072 pasien.

"Semester pertama sudah mendekati total dari tahun 2017 yakni 34.160, dan khususnya pada golongan usia remaja yang terjadi peningkatan setiap tahunnya," ungkapnya.

Baca: Tumpahan Pertamax Tersulut Api, Satu Rumah di Metro Ludes Diamuk si Jago Merah

David pun mengatakan, dengan adanya peningkatan terhadap golongan usia muda ini mengindikasikan bahwa anak-anak dan remaja semakin rentan untuk mengalami gangguan jiwa.

"Apalagi menghadapi perubahan dunia yang begitu cepatnya ini akan mempengaruhi kejiwaan, termasuk fenomena anak-anak yang kecanduan medsos dan game online, maka diharapkan agar anak setidaknya mendapatkan perhatian khusus dari semua pihak," sebutnya.

Kata David, kecanduan medsos dan game online dapat mengganggu produktifitas anak ataupun remaja dalam kegiatan sekolah dan lainnya.

"Untuk itu minggu depan kami akan lakukan kunjungan ke salah satu SMP dan Lapas anak untuk menyampaikan penyuluhan kesehatan jiwa tentang anak dan remaja," tandasnya.

Penulis: hanif mustafa
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help