Bibi Curiga Lihat Tanda Merah Ini, Aksi Bejat Sang Kakek Terhadap Cucunya Akhirnya Terbongkar

Bibi curiga lihat tanda merah ini, aksi bejat sang kakek terhadap cucunya akhirnya terbongkar.

Bibi Curiga Lihat Tanda Merah Ini, Aksi Bejat Sang Kakek Terhadap Cucunya Akhirnya Terbongkar
Ist
Ilustrasi. 
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Bermula dari tanda merah, aksi bejat seorang kakek
terhadap cucunya yang baru berusia 9 tahun terbongkar.
Kakek berusia 50 tahun itu telah ditahan di Polsek Tanjungkarang Barat. Orangtua korban pun berharap tersangka dihukum berat.
Perbuatan sang kakek terbongkar pada 22 September lalu.
Awalnya, bibi korban curiga melihat tanda berwarna merah di leher korban.
Bibi korban pun melapor kepada N, ibu korban.
"Saya tahu dari bibinya. Dia tanya kenapa ada merah-merah di leher. Awalnya, anak saya enggak ngaku. Tapi akhirnya dia cerita," tutur ibu korban saat diwawancarai di rumahnya, Rabu (10/10).
Ibu korban mengungkapkan, pelaku merupakan adik bungsu dari mertuanya.
Perbuatan sang kakek, jelas dia, dilakukan beberapa kali dalam setahun terakhir.
"Sudah dibuktikan dengan hasil visum, 2 Oktober, dan keterangan dari pihak puskesmas," katanya.
Ibu korban menuturkan, putrinya kerap bermain ke rumah sang kakek dan tak curiga karena menganggap sebagai kerabatnya.
Rumah sang kakek berjarak tiga rumah dari rumahnya.
"Saya minta dia dihukum seberat-beratnya. Semua keluarga mendukung, karena perbuatan dia sudah merusak masa depan anak saya. Anak saya jadi trauma. Sekarang sekolah aja minta diantar," tegas ibu korban.
Sementara korban mengaku selalu diancam akan dilukai jika tidak menuruti keinginan sang kakek.
"Kalau enggak mau, katanya mau dibaret (dilukai). Dia kasih uang Rp 5.000," tutur korban.
Kapolsek Tanjungkarang Barat Komisaris Harpan memastikan kakek tersebut telah diamankan.
Pihaknya juga sudah menetapkannya sebagai tersangka kasus pencabulan.
"Tersangka sudah diamankan di polsek. Untuk keterangan lebih jelas, kapolres yang berhak menjelaskan," ujarnya singkat.
 
 
Korban saat ini didampingi oleh lembaga Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di salah satu kecamatan di Bandar Lampung.
Sumilah, aktivis PATBM, menyatakan pihaknya akan mendampingi korban sampai proses hukum tersebut selesai.
Lebih jauh, Sumilah menjelaskan, PATBM akan mendampingi korban untuk memulihkan beban psikologisnya.
"Korban trauma. Pendampingan dari kami berupa advokasi. Apalagi informasinya, ada satu anak lainnya yang diduga juga jadi korban pelaku," ujar Sumilah, Rabu (10/10).
Sumilah mengungkapkan, aparat Polsek Tanjungkarang Barat mengamankan sang kakek pada Senin (8/10).
"Pelaku sudah ditangkap dan diamankan di polsek. Kami akan mengawal kasus ini. Kami ingin pelaku dihukum berat dan jangan sampai ada kejadian seperti ini lagi," tandasnya. (rri)
 
 
Editor: Safruddin
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved