Kontroversi Tarik Ulur Kenaikan Harga Premium, Pertamina Saja Tak Tahu

Anehnya, Pertamina pun tidak tahu apa-apa soal rencana kenaikan harga premium tersebut.

Kontroversi Tarik Ulur Kenaikan Harga Premium, Pertamina Saja Tak Tahu
Kompas.com/Icha Rastika
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. 

Tidak lama setelah itu, Jonan mengisyaratkan hendak memberi tahu hal yang lain, dan belakangan diketahui adalah keputusan pemerintah menaikkan harga premium.

"Pemerintah mempertimbangkan, sesuai arahan Presiden, bahwa premium, premium saja ya, mulai hari ini pukul 18.00 WIB paling cepat, tergantung Pertamina (sosialisasi) ke 2.500 SPBU di seluruh Nusantara, disesuaikan harganya," kata Jonan.

Penyesuaian atau kenaikan harga premium sebesar Rp 7.000 per liter untuk di daerah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) dan Rp 6.900 per liter untuk di luar Jamali.

Kenaikan harga premium disebut Jonan sekitar 7 persen.

Sementara harga minyak dunia dan minyak mentah Indonesia sudah mencapai 25 persen.

Baca: Pertamina Belum Siap, Jokowi Tunda Kenaikan Harga Premium

Menurut Jonan, pertimbangan menaikkan harga premium karena tidak disubsidi oleh pemerintah.

Beda halnya dengan biosolar PSO yang disubsidi Rp 2.000 per liter oleh pemerintah sehingga harganya tetap Rp 5.150 per liter.

"Jadi, totalnya (jika ditambah dengan subsidi pemerintah) jadi Rp 7.150 per liter. Itu tidak dinaikkan, tapi ini premium ketinggalan, makanya disesuaikan," tutur Jonan.

Bahkan, Jonan sempat menjamin kenaikan harga premium tidak berdampak pada kenaikan harga-harga barang maupun sektor lainnya.

Hal itu disebabkan sebagian besar aktivitas perekonomian, seperti logistik hingga transportasi, menggunakan BBM biosolar PSO.

Halaman
1234
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help