Raih IPK 3,90, Putri Penjual Cilok Sabet Gelar Wisudawan Terbaik FISIP Unair

Bagaimana tidak, Syam, panggilan akrabnya, hanya putri seorang penjual cilok. Sementara ibunya seorang penjual nasi kotak.

Raih IPK 3,90, Putri Penjual Cilok Sabet Gelar Wisudawan Terbaik FISIP Unair
KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL
Nur Syamsiyah berpose di depan pintu gerbang FISIP Unair, Kamis (11/10/2018). 

"Saya juga pernah menjadi kasir di tempat rental game selama sebulan," tambahnya.

Lulus jenjang S1, Syam berencana melanjutkan kuliah di jenjang pascasarjana.

Baca: Kisah Febria Wahyu Ningrum, Anak Buruh Bangunan Jadi Wisudawan Terbaik

Unair menawari Syam untuk berkuliah kembali di Unair tanpa tes dan tanpa biaya.

"Ini kesempatan emas bagi saya. Dosen-dosen saya juga menyarankan agar diambil. Tapi, sambil jalan, saya coba daftar S2 di luar negeri. Saya ingin di Lund University Swedia," ujarnya.

Lulus pascasarjana nanti, Syam berangan-angan akan tetap berkarier di dunia akademik dengan menjadi dosen.

"Karena dengan menjadi pendidik, saya bisa memberikan kontribusi gagasan dan pemikiran untuk membangun bangsa," pungkasnya. 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Nur Syamsiyah, Putri Penjual Cilok, Jadi Lulusan Terbaik FISIP Unair dengan IPK 3,90

---> Jangan lupa subscribe Channel YouTube Tribun Lampung News Video

Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help