Sering Kritik Pedas Putra Mahkota, Wartawan Tewas Diduga Dibunuh di Konsulat Arab Saudi di Turki

Sebuah laporan middleeasteye.com, menyebutkan wartawan Jamal Khasoggi dibunuh di dalam komplek konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.

Sering Kritik Pedas Putra Mahkota, Wartawan Tewas Diduga Dibunuh di Konsulat Arab Saudi di Turki
The Guardian
Foto rekaman CCTV menunjukkan posisi terakhir wartawan Jamal Khasoggi (jas gelap) sebelum memasuki kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, sepekan lalu. Jamal tak pernah terlihat lagi keluar dari kantor konsulat tersebut. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Sebuah laporan yang dipublikasikan middleeasteye.com, menyebutkan wartawan Jamal Khasoggi dibunuh di dalam komplek konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.

Laporan penelusuran itu ditulis jurnalis David Hearst, dan mendapatkan perhatian luas khalayak di Timur Tengah, Kamis (11/10/2018).

Baca: Habib Rizieq Shihab Dikabarkan Dicekal di Arab Saudi, Begini Penjelasan KBRI Riyadh

Informasi itu menurut Hearst diperoleh dari sumbernya di Turki.

Pembunuhan Jamal Khasoggi dilakukan sebuah tim yang khusus didatangkan dari Arab Saudi, dan jejak pembunuhan langsung dilenyapkan, termasuk jasad Jamal.

Konsul Jenderal Saudi di Istanbul, Mohammad al-Otaibi Sabtu (6/10/2018) mempersilakan wartawan Reuters masuk ke komplek konsulat dan memeriksa apapun yang dikehendaki.

Otaibi menegaskan, Jamal Khasoggi telah meninggalkan konsulat sesudah urusannya selesai pada 28 September 2018. Klaim Otaibi ini bertentangan dengan pengakuan pacar Jamal yang menunggu di depan konsulat.

"Jamal sudah tidak ada di kantor konsulat maupun di wilayah Kerajaan Arab Saudi. Kami juga berusaha melacak keberadaan dia," kata Otaibi.

Baca: Rizieq Shihab Dicekal Pemerintah Arab Saudi, Mabes Polri: Kita Enggak Bisa Intervensi

Jamal yang bekerja salah satunya untuk koran Washington Post itu dikenal keras mengritik rezim Salman dan sang putra mahkota, Pangeran Mohammad bin Salman.

Pemeriksaan CCTV di sekitar konsulat oleh otoritas Turki juga tidak menunjukkan Jamal Khasoggi meninggalkan kontor konsulat sesudah masuk.

"Kami tahu kapan Jamal terbunuh, di ruang mana ia dibunuh, lalu di ruang mana jasadnya dilenyapkan. Jika tim forensik diizinkan masuk, mereka tahu ke mana harus mencari," kata sumber yang dikutip Hearst.

Namun pihak Saudi membuat restriksi kepada pihak berwenang Turki yang berniat melakukan penyelidikan menyeluruh atas kasus ini.

Halaman
1234
Editor: teguh_prasetyo
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help