12 Siswa Meninggal di Mandailing Natal, Diterjang Banjir Bandang Saat Sedang Belajar

Sebanyak 12 siswa madrasah dinyatakan meninggal akibat bencana tersebut. Banjir bandang yang datang begitu cepat membuat sejumlah murid

12 Siswa Meninggal di Mandailing Natal, Diterjang Banjir Bandang Saat Sedang Belajar
TRIBUN-MEDAN.COM/NANDA BATUBARA
Kondisi di lokasi sekolah yang dihantam banjir bandang pada Jumat (12/10/2018). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MEDAN - Seorang siswa madrasah Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Mandailing Natal, Mutiah (12) akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal, Sabtu (13/10/2018).

Mutiah sempat hilang setelah banjir bandang melanda pada Jumat (12/10/2018) sore.

Sebanyak 12 siswa meninggal akibat bencana banjir bandang tersebut.

Jenazah Mutiah ditemukan tertimbun lumpur dan bebatuan, tak jauh dari gedung madrasah.

Penemuan jenazah Mutiah menambah daftar korban meninggal dunia, akibat bencana tersebut, yakni 12 orang.

Sedangkan, laporan terakhir menyebut 17 siswa madrasah lainnya ditemukan dengan kondisi selamat.

Begitu juga, guru madrasah yang berhasil selamat dari musibah tersebut.

Selain mengakibatkan 12 siswa meninggal, banjir juga menerjang 21 unit rumah.

Baca: Siswa Meninggal Seusai Dihukum Gurunya, Sempat Pingsan Setelah Lakukan Lompat Katak

Sembilan unit di antaranya rusak berat, dan 12 unit lainnya rusak total serta hanyut terseret arus.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, banjir bandang terjadi pada Jumat (12/10/2018) sore, saat jam belajar para siswa madrasah masih berlangsung.

"Jadi, waktu gurunya dengar ada suara gemuruh di atas, langsung meneriaki muridnya untuk keluar. Tapi yang namanya anak-anak ya, mungkin ada yang tidak sigap atau berebutan keluar," kata Irsan.

Halaman
12
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved