Orangtua Wajib Waspada, Anak Suka Berbohong Bisa Alami Kleptomania

Anak-anak usia dini terkadang lekat dengan perilaku bohong. Umumnya perilaku bohong bisa berupa pernyataan atau tindakan.

Orangtua Wajib Waspada, Anak Suka Berbohong Bisa Alami Kleptomania
Tribunlampung/Dini
Octa Reni Setiawati 

Laporan Reporter Tribun Lampung Jelita Dini Kinanti

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Anak-anak usia dini terkadang lekat dengan perilaku bohong. Umumnya perilaku bohong bisa berupa pernyataan atau tindakan.

Psikolog dari Prodi Psikologi Universitas Malahayati Octa Reni Setiawati mengatakan, perilaku bohong berkaitan dengan perkembangan anak, salah satunya perkembangan kognitif atau cara berpikir anak.

Baca: Jangan Jadi Kebiasaan, Ini Efek Buruknya Jika Sering Melewatkan Sarapan

Saat anak usia 3-4 tahun perilaku bohong yang ditunjukkannya adalah berbohong dengan mengatakan sesuatu yang sebenarnya hanya ada di fantasinya saja. Misal dia mengatakan, mama ada monster dikulkas.

Saat memasuki usia 5 tahun perilaku bohong untuk menutupi kebenaran karena merasa terancam. Contohnya kalau berkata jujur dia akan mendapatkan hukuman. Ada juga yang berbohong karena tidak mau minum obat atau mengerjakan pekerjaan rumah.

"Anak yang dibiarkan terus menerus , memiliki perilaku bohong dikhawatirkan akan membuat anak mengalami penyimpangan perilaku seperti kleptomania. Jika sudah mengalami penyimpangan perilaku harus ditangani ahlinya," kata Octa.

Untuk itu orang tua sebaiknya menanamkan nilai-nilai normatif pada anak. Seperti dengan mengatakan ke anak, kalau bohong itu dosa.

Perkataan itu akan menjadi pengingat anak agar dia tidak berbohong. Orang tua juga harus mengajarkan kejujuran pada anak dengan sesuatu yang menarik seperti dengan dongeng.

Penulis: Jelita Dini Kinanti
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved