Lampung Fair 2018

Mau Belajar Tenun Tapis? Datang Saja ke Lampung Fair 2018

Kerajinan kain tapis ini, lanjut dia, juga salah satu potensi Pesisir Barat dalam hal ekonomi kreatif.

Mau Belajar Tenun Tapis? Datang Saja ke Lampung Fair 2018
Tribun Lampung/Ana Puspita Sari
Seorang pengunjung belajar tenun tapis di Anjungan Pesisir Barat. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Anjungan Pesisir Barat memberikan kesempatan langsung bagi pengunjung Lampung Fair 2018 yang ingin belajar menenun kain Tapis Pulau Pisang.

Ada dua alat penenun tapis yang disediakan apabila pengunjung ingin mencoba langsung.

Tak perlu khawatir bagi pengunjung yang belum pernah mencoba menenun tapis.

Karena selama belajar Anda akan didampingi langsung oleh penenun tapis asli dari Lampung Barat.

Salah satu pengunjung yang mencoba menenun, Yeni Novita, mengatakan, ia tertarik mencoba karena sudah lama ingin belajar menenun tapis namun belum sempat.

Baca: Jadwal Lampung Fair 2018 Hari Ini – Penyanyi Azmi Hingga Festival Seni Budaya Pesisir Barat

Baca: VIDEO - Terus Berinovasi dengan Kain Tapis, Eca Pasarkan Taps in Lampung hingga Eropa & Amerika

"Di rumah itu sudah punya alat dan benangnya, cuma belum bisa buatnya. Ternyata memang rumit, harus teliti sekali, ini saja saya dari tadi baru dapat sedikit hehe," ujar Yeni, Sabtu (13/10).

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat Ariswandi mengatakan, Tapis Pulau Pisang merupakan salah satu potensi yang dimiliki oleh Pesisir Barat sejak turun temurun dan sudah ada sejak zaman dahulu.

"Kalau dahulu kain tapis hanya digunakan sebagai sarung atau selendang saja, sekarang sudah semakin beragam kreasinya mulai dari dompet, kopiah, tas dan lainnya. Warnanya pun semakin bermacam-macam," jelas Ariswandi kepada Tribun di hari yang sama.

Kerajinan kain tapis ini, lanjut dia, juga salah satu potensi Pesisir Barat dalam hal ekonomi kreatif.

Motif yang ada pada kain tapis mulai dari Pucuk Rebung, dan motif lainnya membuat kain tapis kian variatif dan dikembangkan menjadi pernak-pernik dengan nilai jual yang tinggi.(*)

Penulis: Ana Puspita Sari
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved