Tribun Tanggamus

Gerebek Judi di Terminal Kota Agung, Polisi Malah Tangkap Pengguna Narkoba

Di lokasi juga didapati seperangkat alat isap sabu dari tangan RP. Ia dan AM dinyatakan positif mengonsumsi narkoba.

Gerebek Judi di Terminal Kota Agung, Polisi Malah Tangkap Pengguna Narkoba
net
Ilustrasi judi kartu remi 

Laporan Reporter Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG – Tekab 308 Polres Tanggamus menggerebek arena perjudian di kawasan Terminal Kota Agung, Selasa, 16 Oktober 2018 malam.

Di sana, polisi tidak hanya menangkap 10 penjudi, namun juga mendapati dua pengguna narkoba.

Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Devi Sujana mengatakan, kesepuluh penjudi itu berinisial AL (56), TA (42), IS (56), AK (46), MU (51), RA (31), YU (50), HE (50), AM (38), dan RP (19). Semuanya warga Kota Agung. 

"Berawal menerima informasi ada perjudian di TKP pada Selasa, 16 Oktober 2018, pukul 21.00 WIB, kemudian para terduga diamankan," kata Devi, Rabu, 17 Oktober 2018.

Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan barang bukti berupa dua set kartu remi, dua lembar kertas catatan, uang taruhan sebesar Rp 780 ribu, satu spidol, dan lima ponsel.

Baca: Drama Penangkapan Kurir Narkoba di Bandar Lampung: Tabrak Petugas BNNP, Pelaku Tewas Ditembak

Baca: Bukan Hanya Tanam Ganja, Seorang Warga Gisting Juga Konsumsi Narkoba

Tidak hanya itu. Di lokasi juga didapati seperangkat alat isap sabu dari tangan RP. Ia dan AM dinyatakan positif mengonsumsi narkoba.

"Seluruhnya masih kita periksa. Namun, dua terduga (pengguna narkoba) juga disidik Satresnarkoba atas dugaan keterlibatannya dalam penyalahggunaan narkoba," kata Devi. 

Kasat Narkoba Polres Tanggamus Inspektur Satu Anton Saputra menuturkan, hasil tes urine keduanya positif metafetamine.

Kedua pelaku berikut barang bukti berupa satu pipa kaca atau pirek bekas pakai, satu set alat isap sabu, satu sumbu, dan satu korek api gas diamankan Satresnakroba Polres Tanggamus.

"Untuk mempertanggungjawabkan perbutannya, kedua pelaku dipersangkakan pasal 112 atau 127 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal empat tahun penjara," tegas Anton.

Berdasarkan keterangan AM, narkoba dibelinya dari warga Kota Agung.

"Kami masih melakukan pencarian terhadap penyedia barang haram tersebut. Mudah-mudahan segera tertangkap," tegas Anton. (*)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved