Tribun Metro

Pemkot Diminta Pasang CCTV di Kawasan Bebas Rokok

Pemerintah Kota (Pemkot) membuat kebijakan pemberian sanksi bagi para perokok yang melanggar di lokasi kawasan bebas rokok.

Pemkot Diminta Pasang CCTV di Kawasan Bebas Rokok
ILUSTRASI
Rokok

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Sekretaris Komisi II DPRD Yulianto meminta Pemerintah Kota (Pemkot) membuat kebijakan pemberian sanksi bagi para perokok yang melanggar di lokasi kawasan bebas rokok.

"Kalau kita ingin mewujudkan Metro sebagai kota sehat dan kota pendidikan, maka seharusnya Pemkot memberlakukan kebijakan sanksi bagi pelanggar. Perda 'kan sudah ada," bebernya, Senin (22/10).

Dijelaskannya, Pemkot bisa mencontoh seperti Kota Bogor. Dimana kawasan bebas rokok dipasang CCTV. Bagi yang kedapatan merokok di lokasi tersebut, akan dikenakan sanksi denda senilai Rp 500 ribu.

Baca: Taman Ayodya Jadi Proyek Percontohan Taman Bebas Rokok

"Itu saat kita kemarin kunker ke Bogor. Dan sanksi sudah berjalan sejak diterbitkannya perda kawasan tanpa rokok. Mereka ingin masyarakatnya menjadi tertib. Tapi memang, ruangan telah disediakan untuk perokok," tukasnya.

Baca: Wali Kota Pairin Minta RT dan RW Data Warga yang Tidak Punya WC

Karenanya, Pemkot Metro juga harus berlakukan sanksi guna membangun edukasi dan terwujudnya kawasan bebas rokok. Namun, tidak lupa menyediakan spot untuk warga yang merokok agar tertib dan tidak merugikan yang lain.

Adapun aturan terkait rokok di Kota Metro tertuang dalam Perda Nomor 4 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Pada Pasal 31 ayat 1 menyebutkan, tempat umum, sarana kesehatan, tempat kerja, tempat yang secara spesifik sebagai tempat kegiatan belajar mengajar, arena kegiatan anak, tempat ibadah, sarana olahraga dan angkutan umum dinyatakan sebagai kawasan tanpa rokok (KTR).

Sejumlah masyarakat di Kota Metro belum mengetahui adanya Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang melarang warga merokok secara bebas di tempat umum.

"Belum tahu juga. Tapi kalau pun ada ya enggak masalah. Cuma, harusnya ada tempat khusus merokok pada area publik dan kantor. Begitu juga pemberitahuan seperti stiker atau baliho. Jadi paham," ucap Roger, warga Metro Timur.

Hal senada diungkapkan Johnson, warga Metro Timur lainnya. Ia menilai, harusnya pemerintah menyediakan tempat yang tidak dilarang juga. Seperti bandara ada fasilitas buat perokok. Sehingga warga tahu harus merokok dimana.

"Kalau di taman dilarang misalnya, harus ada spot dong misal di pojok sebelah mana itu tempat merokok. Jadi seimbang juga. Kita yang merokok kan bakal ke tempat-tempat yang disediakan itu," tuntasnya. (dra)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved