Cewek Cantik Ini Rela Peluk Kuda Demi Bangun Chemistry dengan Tunggangannya

Dia mengatakan, sebelum menunggang kuda, perlu membangun komunikasi terlebih dahulu dengan si hewan pintar dan memiliki ingatan tajam ini.

Cewek Cantik Ini Rela Peluk Kuda Demi Bangun Chemistry dengan Tunggangannya
Tribunlampung/Sulis
Chintia Handari 

Laporan Reporter Tribun Lampung Sulis Setia Markhamah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Berkuda menjadi salah satu olahraga yang mulai banyak diminati saat ini. Selain seru dan asyik, mengendarai makhluk hidup memiliki tantangan tersendiri dan menghadirkan pengalaman baru.

Diakui Chintia Handari, dirinya mulai tertarik berlatih berkuda sekitar tiga bulan lalu. Dia mengatakan, sebelum menunggang kuda, perlu membangun komunikasi terlebih dahulu dengan si hewan pintar dan memiliki ingatan tajam ini.

"Jadi nggak bisa langsung ditunggangi gitu aja, istilahnya kenalan dulu," ujar pemilik akun instagram @chintiaea. 

Dea mengaku kalau hanya menunggangi kuda dan dibantu pelatihnya berkeliling arena kuda adalah hal yang mudah.

Namun tantangan sebenarnya lebih di membangun interaksi awal dengan si kuda, terutama kuda yang memang terlatih sebagai kuda pacuan berbeda dengan kuda wisata. 

"Biasanya saya peluk dulu kudanya, saya ajak ngomong. Biasanya kalau komunikasi sudah terbangun, pada saat memacu kudanya menjadi lebih mudah," kata reporter dan presenter TVRI Lampung ini. 

Saat kuda merasa lelah, terusnya, dikasih kode buat jalan tidak mau jalan. Hal-hal seperti itu perlu dipahami seseorang yang hendak menunggang kuda.

"Olahraga berkuda ini bisa dibilang kerja tim. Karena kuda makhluk hidup, saya pertama kali mencoba itu nihil, ke dua ke tiga baru kebangun chemistry-nya," ungkapnya.

Menurutnya, kuda memiliki daya ingat yang kuat namun jika tidak dibangun terus si kuda seperti tidak kenal lagi.

"Makanya pas diawal nunggangin kuda, kesulitannya membangun komunikasi. Ekspektasi kita kan langsung nunggangin terus dipacu dan lancar, ternyata nihil," selorohnya. 

Sampai saat ini, Dia mengaku selalu menyempatkan berkuda walaupun hanya satu bulan sekali. Berkuda baginya tak hanya butuh kesiapan fisik saja tetapi juga mental. 

"Karena asyik dan seru. Terus menantang banget buat naklukinnya, nggak seperti kayak gowes sepeda gitu aja," ujarnya.(*)

Penulis: sulis setia markhamah
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved