Tribun Metro

15 Desember Proyek Pembangunan di Metro Ditarget Rampung

Wali Kota Achmad Pairin meminta seluruh pekerjaan pembangunan di Metro selesai pada 15 Desember.

15 Desember Proyek Pembangunan di Metro Ditarget Rampung
TRIBUN LAMPUNG/Indra Simanjuntak
Wali Kota Metro Achmad Pairin (kanan) dan Wakil Wali Kota Metro Djohan (batik hijau depan) meninjau lokasi kantor satuan kerja perangkat daerah (SKPD) baru di Metro, Jumat (7/10/2016). 

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TRIBUN - Wali Kota Achmad Pairin meminta seluruh pekerjaan pembangunan di Metro selesai pada 15 Desember.

"Untuk semuanya ya. Tanggal 15 Desember sudah selesai. Baik itu GSG Bumi Sai Wawai dan kantor Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar). Pokoknya itu, harus sudah selesai," paparnya, Kamis (1/11).

Pairin juga meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) harus lebih jeli dan terencana, terkait perencanaan pembangunan tugu perbatasan Kota Metro dan Pekalongan.

Baca: Pairin Minta Kepala OPD Kerja Sama dengan PWRI Metro

Ia mengaku, tugu perbatasan yang baru dibangun tertutup dengan plang perbatasan yang sudah lama terpasang. Padahal, pembangunan tugu perbatasan untuk memperindah perbatasan,terutama Bumi Sai Wawai.

"Ini kalau yang dari arah Pekalongan tertutup plang perbatasan yang dari Dishub, sekali lagi ya teman-teman, ini DPUTR perencanaan harus matang. Kan pembangunan ini untuk keindahan, ini malah tertutup plang yang lama," katanya.

Baca: VIDEO - Pairin Sampaikan Nota Keuangan Raperda APBDP Metro 2018

Ke depan, lanjut Pairin, ia meminta tugu perbatasan agar dirancang kembali. Sehingga pembangunan bisa terlihat keindahannya, dirasakan dan terlihat jelas ketika orang memasuki wilayah Metro.

"Dan soal tapal batas, nanti juga kita rancang bareng-bareng. Saya minta juga staf ahli wali kota untuk meninjau ke sana, guna memberi ide agar bangunan tersebut bisa lebih baik," imbuhnya.

Sementara, Komisi I DPRD meminta pemerintah memantapkan pembangunan pada tahap perencanaan. Tujuannya agar tidak terjadi tambal sulam pembangunan.

"Kami di dewan sudah bukan sesekali lagi kita ingatkan soal perencanaan. Karena itu yang paling penting. Dengan rencana matang, diharapkan hasilnya pun bisa berbuah baik. Intinya tidak asal-asalan," beber Nasrianto Effendi, Wakil Ketua Komisi I. (dra)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved