BNNP dan Polda Lampung Waspadai Pesta Narkoba Akhir Tahun

Mendekati akhir tahun 2018, BNNP Lampung mengingatkan potensi meningkatnya permintaan narkoba.

BNNP dan Polda Lampung Waspadai Pesta Narkoba Akhir Tahun
Tribun Lampung/Hanif Risa Mustafa
Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung memusnahkan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 6,4 kg dengan alat blender, Selasa (6/11/2018). 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG HANIF RISA MUSTAFA

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Mendekati akhir tahun 2018, Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung mengingatkan potensi meningkatnya permintaan narkoba. Bandar dan pengedar narkoba biasanya menjadikan momen orang-orang berpesta pora pada pergantian tahun untuk memasok barang haram tersebut.

"Tentu. Setiap tahun baru (permintaan narkoba) pasti meningkat," kata Kepala BNNP Lampung Brigadir Jenderal Tagam Sinaga di sela-sela pemusnahan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 6,4 kilogram di kantornya, Kecamatan Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, Selasa (6/11/2018).

Catatan BNNP Lampung, narkoba dari sindikat lokal maupun nasional bisa masuk ke Lampung melalui berbagai jalur. Tagam pun memastikan pihaknya telah mengetahui jaringan yang biasa menyuplai permintaan narkoba ke Lampung, termasuk menjelang akhir tahun.

"(Pengiriman narkoba) bisa melalui bandara, pelabuhan, dan jalur darat. Bahkan baru-baru ini, penyelundupannya dari Jawa ke Sumatera. Biasanya, dari Sumatera menuju Jawa," ujar Tagam.

Adapun lokasi yang biasanya menjadi tempat penyalahgunaan dan pesta narkoba adalah tempat-tempat hiburan dan wisata. Sebagai langkah antisipasi, petugas BNNP akan datang ke tempat-tempat hiburan dan wista untuk menyampaikan imbauan, termasuk mengadakan tes urine.

Brigjen Tagam Sinaga menjelaskan, BNNP tak segan memberi rekomendasi penutupan apabila pengunjung maupun pengelola dan pegawai tempat hiburan ada yang kedapatan menyalahgunakan narkoba. Apalagi, jika sampai ada kasus korban meninggal dunia.

"Kami akan memberi peringatan sampai dua kali. Soal itu (penerapan sanksi penutupan tempat hiburan) tergantung pemerintah daerah. Kami hanya memberi rekomendasi," ujarnya.

Senada, Direktur Reserse Nakoba Polda Lampung Komisaris Besar Shobarmen mengakui kecenderungan naiknya permintaan narkoba pada akhir tahun. Ini merujuk hasil Analisis dan Evaluasi Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Polri.

"Bisa saja. Sebab, orang-orang biasanya merayakan momen menjelang dan saat tahun baru dengan pesta pora dan sukacita. Ada banyak lokasi yang jadi tempat untuk bergembira," kata Barmen, sapaan akrabnya, Selasa (6/11/2018).

Halaman
123
Penulis: hanif mustafa
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved