Tribun Bandar Lampung

Dituntut 4 Tahun Penjara, Pelaku Teror Bom Transmart Hampir Menangis Bacakan Pledoi

Dalam sidang yang dipimpin oleh Majelis Hakim Mansur Bustami, Bintang sempat hampir terurai air mata saat menyampaikan pembelaannya.

Dituntut 4 Tahun Penjara, Pelaku Teror Bom Transmart Hampir Menangis Bacakan Pledoi
Tribunlampung/Hanif
Bintang Andromeda. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Bintang Andromeda (25) terdakwa teror bom transmart, Selasa 15 Mei 2018, kembali melakukan sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Kamis 8 November 2018.

Kali ini warga Banyu Pringsewu ini melakukan pledoi atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntutnya empat tahun penjara.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Majelis Hakim Mansur Bustami, Bintang sempat hampir terurai air mata saat menyampaikan pembelaannya.

Baca: BREAKING NEWS - Seisi Rumah Terlelap, Mobil Pikap Milik Ato Raib di Parkiran Rumah

Dalam pledoinya, terdakwa Bintang Andromeda memohon maaf kepada orang tua dan keluarga besarnya dan seluruh masyarakat Bandar Lampung atas perbuatan isengnya tersebut.

"Saya menyesal dan memohon maaf kepada seluruh warga masyarakat Bandar Lampung, karena perbuatan saya sendiri, saya kehilangan pekerjaan, dan mengakibatkan ayah menjadi sakit, saya memohon agar majelis hakim menjatuhkan hukuman seringan-ringannnya," ungkap Bintang sesenggukan.

Sementara itu penasehat hukum Bintang, David Sihombing menyampaikan bahwa terdakwa telah mengakui perbuatannya, yang mana hanya iseng untuk mencari sensasi di pusat perbelanjaan.

Baca: BREAKING NEWS - Diguyur Hujan Deras, Puluhan Rumah di Rangai Tritunggal Tergenang Banjir

"Sebagai perpanjangan tangan tuhan, saya harapkan majelis hakim dapat memberikan hukuman seringan-ringannnya terhadap terdakwa Bintang Andromeda yang telah mengakui kesalahannya," sebut David.

Persidangan pledoi ini pun langsung dilanjutkan dengan pembacaan replik (keberatan) oleh Jaksa Penuntut Umum Andri Kurniawan. Dalam repliknya JPU menegaskan tetap pada tuntutan semula.

"Mendengar pembelaan, dan kesaksian serta fakta-fakta dari saksi ahli, kami masih tetap pada tuntutan semula, dan menyerahkan putusan kepada majelis hakim," tegas JPU.

Halaman
1234
Penulis: hanif mustafa
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved