IPPI Lampung Gandeng Berbagai Pihak untuk Cegah Penularan HIV pada Perempuan dan Anak

IPPI Lampung menggelar pertemuan "Technical Assistance Stakeholder" di Hotel Horison, Rabu (7/11/2018).

IPPI Lampung Gandeng Berbagai Pihak untuk Cegah Penularan HIV pada Perempuan dan Anak
Istimewa
Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) Lampung menggelar pertemuan "Technical Assistance Stakeholder" di Hotel Horison, Bandar Lampung, Rabu (8/11/2018).

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG BAYU SAPUTRA

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) Lampung menggelar pertemuan "Technical Assistance Stakeholder" di Hotel Horison, Bandar Lampung, Rabu (7/11/2018). IPPI merasa perlu menggandeng berbagai pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV) pada perempuan dan anak.

Ketua IPPI Lampung Ade Komariah mengungkapkan, banyak ibu rumah tangga dan anak tertular HIV dari suaminya yang berisiko.

"Penularan yang tidak disadari oleh perempuan dari pasangannya juga berdampak pada janin yang ada dalam kandungannya," kata Ade merujuk rilis.

Dari data yang dihimpun IPPI Lampung, penyebaran HIV pada ibu rumah tangga terus bertambah setiap tahun. Upaya pencegahan dan penanganannya pun, menurut Ade, tidak bisa dilakukan sendiri oleh IPPI maupun lembaga Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) lainnya, atau bahkan dibebankan sepenuhnya kepada instansi kesehatan.

"Karena itu, kami menggandeng berbagai lembaga untuk saling bersinergi mengurai permasalahan ini," ujar Kokom, sapaan akrabnya.

Selain instansi kesehatan dan tenaga medis, IPPI Lampung mengajak lembaga masyarakat yang fokus pada masalah perempuan dan anak. Mulai dari Puspa Lampung, Damar, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Lampung, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lampung, hingga Dinas Pendidikan Bandar Lampung, dan unsur lainnya.

Dalam pertemuan "Technical Assistance Stakeholder" terungkap bahwa masing-masing pihak sebenarnya memiliki program beririsan yang menyasar perempuan dan anak. Khususnya, masalah hak kesehatan seksual reproduksi. Berbagai pihak itu pun sepakat untuk saling bersinergi dalam program pencegahan penyebaran HIV baru.

Sebelumnya, IPPI Nasional menggelar pelatihan fasilitator "Petualangan Arumi", buku petunjuk Pencegahan Penularan HIV pada Ibu dan Anak (PPIA) serta Hak Kesehatan Seksual Reproduksi (HKSR). Pelatihan tersebut melibatkan tenaga medis, anggota IPPI, dan lembaga masyarakat.

"Buku PPIA menjadi pedoman pencegahan, penanganan, serta dukungan dari masyarakat dan tenaga medis dalam rangka menekan laju penularan HIV. Serta, untuk menumbuhkan kesadaran seksual pada perempuan," jelas Ade. "Karena sebenarnya, menularkan virus atau penyakit menular tanpa dikehendaki adalah bentuk dari kekerasan," imbuhnya.

Penulis: Bayu Saputra
Editor: yoso
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved